Terkait UMKM Wisata IKBAL Pioner Camp Akan Ditutup, Warga Nyaris Bentrok Dengan Oknum Keamanan

Editor: Andi Masta author photo


Lhokseumawe | MeuligoeAceh.Com
Ikatan Keluarga Besar Blang Lancang (IKBAL) yang di ketuai Teuku sultan Jufri bersama Ratusan warga dipicu gesekan dan nyaris bentrok dengan pihak keamanan security PT.ESN dan oknum TNI diduga akibat penurunan spanduk berisikan harga masuk, penurunan spanduk secara paksa tanpa dasar surat perintah apapun dan rencana penutupan lokasi wisata UMKM Wisata Ikbal yang dianggap non prosedural, peristiwa terjadi di jln Pioner camp Gampoeng Blangtuphat Barat, kecamatan Muara Satu, tepatnya di kawasan wisata Pioner camp Blang Lancang Island yang di kelola oleh warga yang tergusur eks blang lancang 1974.Kamis(01/04/2021)

Sudah 3 tahun lamanya Persatuan warga yang tergabung dalam IKBAL mengelola tempat wisata Pioner Camp eks. peninggalan PT. ARUN NGL. "Tempat itu dulu terbengkalai namun kini di sulap menjadi tempat wisata, yang hingga kini sudah membantu warga dengan terciptanya lapangan kerja dengan menampung 53 orang dengan membuka usaha dagang UMKM untuk warga sekitarnya, selain pedagang UMKM ada pula tenaga kebersihan dikawasan wisata itu", jelasnya ketua ikbal yang akrab disapa teuku Sultan.

"Sebahagian besar warga IKBAL menjadikan tempat wisata tersebut sebagai tempat mata pencahariannya, mulai dari jualan, parkir dan tiket masuk, mereka menjalankan ini secara bersama sama demi menopang ekonomi keluarganya", pungkas Sultan.

"Tepatnya pada selasa tanggal 30 maret 2021 pintu masuk utama yang di gunakan keluar masuk bagi wisata itu di tutup dan di LAS oleh pihak security PT. EKA SATRIA NUSANTARA (ESN)",  ujar salah satu warga penjaga pintu masuk wisata yang tidak mau disebutkan namanya.

Berlanjut kamis 1 april 2021 sekitar jam 15' 30 wib, warga IKBAL berkumpul di kawasan wisata dan tak lama kemudian beberapa pihak oknum keamanan terlihat mengenakan pakaian TNI datang menurunkan spanduk yang bertuliskan daftar tiket masuk yang di gantung di pagar namun tidak di ijinkan oleh warga tapi spanduk tetap diturunkan, tidak lama kemudian datang beberapa mobil  SECURITY dengan mengangkut puluhan personil security PT. ESN di dalamnya, tak lama kemudian konsentrasi massapun terjadi hingga memicu gesekan dengan warga di lokasi wisata pioner camp tersebut", ujarnya juanda wakil ketua IKBAL

"Personil TNI ini mengenakan baju dinas Tentara, saat dialog dengan IKBAL yang di wakili oleh Tri Juanda, sempat menanyakan kepada oknum TNI apakah penurunan spanduk spanduk ini ada surat perintah, dan siapa yang bertanggung jawab hal ini, salah satu personil TNI menjawab tidak ada, hanya menerima perintah lewat via cellular saja, sebut oknum TNI yang berpakaian dinas loreng", pungkas juanda sambil menunjukkan Vidio rekaman peristiwa itu kepada awak media saat di konfirmasi.

Juanda alias Teuku Sultan juga menambahkan, "Saya ingin membantu warga dengan menciptakan lapangan kerja menjadikan lokasi wisata sebagai tempat Usaha UMKM untuk masyarakat tergusur eks PT. ARUN NGL Blang Lancang 1974 khususnya dan umumnya juga untuk masyarakat sekitarnya sebagai tempat mata pencaharianya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi hari-hari masyarakat, apalagi dimasa pandemi covid-19 yang belum kunjung berakhir semakin membuat pendapatan masyarakat terus melemah dan tidak stabilnya perputaran ekonomi, harusnya semua pihak terlebih pemerintah harusnya lebih memprioritaskan hal itu, mendukung masyarakat yang mau mandiri serta harusnya lebih menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya", tambahnya.

"Warga blang lancang ini sudah pernah memberikan sumbangsih tanahnya kepada negara, saat pembangunan EKS PT. ARUN GAS NGL, kami telah memberikan tanah kami untuk di kelola hasil alamnya untuk negara dan rakyat seluruh indonesia, kami hanya mengelola sebagian kecil aset yang terbengkalai untuk bisa kami kelola memenuhi kebutuhan hari-hari", tambahnya lagi.

"Kita semua berharap kepada Muspika, Muspida dan Stackholder terkait agar dapat mendukung dan janganlah kita di benturkan dengan siapapun apalagi pihak TNI maupun POLRI, dimana nurani kita hingga mau dibentur oleh segelintir oknum yang tidak senang kepada kami tanpa dasar apapun, kami bukan teroris yang kami perbuat ini sesuai prosedur dan legal, menciptakan lapangan kerja untuk warga semakin terpiruk ekonominya, bukankah ini membantu kinerja pemerintah, kami juga anak negara yg pernah rela mengorbankan harta benda untuk kepentingan negara dan rakyat, kita paham prosedur dan aturan hukum sesuai UUD Pancasila 1945", tutupnya.(masta)

Share:
Komentar

Berita Terkini