“Awas, Wartawan Bodrek “Gentayangan” di Aceh Besar, Kerap Nakuti Kepsek

Editor: Syarkawi author photo

 

Aceh Besar – Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA Sederajat di Aceh Besar harap waspada dengan oknum yang mengaku sebagai wartawan.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir ini banyak wartawan bodrek alias abal- abal “geutayangan” dan menyasar banyak kepala sekolah di Aceh Besar.

Dengan dalih ingin melakukan konfirmasi, wartawan bodrek tadi terkesan menyudutkan Kepsek bahwa seakan-akan Kepsek tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS.

Informasi yang diterima media ini Jumat 1 Oktober 2021 salah satu yang telah menjadi korban adalah Kepala Sekolah SMP N Ingin Jaya Rahimah, S.Pd. Bu Kepsek Rahimah kerap didatangi orang yang mengaku sebagai wartawan dan terkesan menakut nakuti dirinya.

“Rata -rata yang mereka tanyakan itu terkait Dana BOS. Kalau saya tidak jawab akan dilapor ke Bupati lah, Kepala Dinas lah. Saya bilang, Dana BOS itu sudah ada peruntukan semua, ada RKA dan juga dipantau oleh Komite Sekola. Jadi, semua sudah sesuai aturan dan pantauan Komite,” tegas Rahimah.

Padahal menurut Rahimah, konfirmasi itu hanya sebagai modus saja. Sasaran mereka supaya Kepsek merasa takut sehingga menuruti semua keinginan mereka.

“Ujung- ujungnya mereka memaksa saya pasang iklan, saya bilang sekolah tidak ada dana untuk pasang iklan, tapi kalau sekedar uang kopi akan saya kasih karena itu dari kantong pribadi saya, tapi mereka marah- marah, berita ini akan dimuat, saya bilang dimuat saja,” ujar Rahimah mengulangi ucapannya itu.

Selanjutnya, kejadian serupa juga dialami Kepala SMP N 1 Peukan Bada Guemairi. Katanya, hampir tiap hari, dirinya didatangi orang yang mengaku sebagai wartawan dan terkesan mengintimidasi dirinya.

“Semua kita butuh makan, tapi jangan sampai begitu juga cari duit. Media tidak jelas, kadang tidak ada kartu pers ngaku wartawan, dimana dia menulis juga kita tidak tahu, tapi maksa kita pasang iklan,” tegasnya.

Dia pun meminta seluruh Kepsek di Aceh Besar tidak terpengaruh dan jangan sekali kali memberikan dana. Karena, jika diberikan selamanya akan didatangi dan diperas.”

Sumber: Kontras Aceh

Share:
Komentar

Berita Terkini