TANGERANG – Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kombes Pol Ronald Sipayung mengingatkan para siswa SMP dan SMK Yayasan Putra Rifara untuk selalu menghormati guru dan menghindari perilaku menyimpang.
Imbauan itu disampaikan saat ia memimpin upacara bendera di halaman sekolah tersebut, Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin pagi (8/12).
Dalam amanatnya, Ronald menegaskan bahwa posisi siswa hari ini akan menentukan masa depan mereka. Ia turut mengenang pengalamannya saat masih bersekolah dan menyampaikan bahwa keberhasilannya saat ini tidak lepas dari peran guru.
“Dua puluh enam tahun yang lalu, saya berada pada posisi seperti adik-adik sekalian. Saya bisa berdiri di sini berkat bimbingan para guru,” ujarnya.
Ronald menambahkan bahwa teguran guru terkait disiplin—seperti rambut maupun pakaian—merupakan bentuk perhatian, bukan hukuman. Ia meminta para siswa menyikapi hal tersebut sebagai proses pembelajaran.
“Oleh karena itu, mari kita hormati guru sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan waktu belajar,” katanya.
Ronald juga menyoroti maraknya berita tentang siswa yang berani melawan guru. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Saya yakin di sini semua siswa berkarakter baik. Karena itu, jangan melawan guru,” tegasnya.
Selain itu, Ronald mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar menuju Indonesia Emas. Ia meminta para siswa menjauhi narkoba, geng motor, dan pergaulan bebas.
Di akhir amanat, Ronald berpesan agar siswa tidak mudah terprovokasi ajakan yang tidak bermanfaat, termasuk demonstrasi yang bukan untuk kepentingan pendidikan mereka.
“Tugas adik-adik sekarang adalah belajar, belajar, dan belajar untuk mencapai cita-cita,” pungkasnya.[]
