Aceh Utara — Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (19/1/2026) dan berhasil dituntaskan dengan progres mencapai 100 persen.
Pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman.
Lumpur, sampah, serta sisa material banjir sebelumnya menutupi hampir seluruh area masjid, baik di bagian dalam maupun halaman sekitar.
Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, mengatakan bahwa keterlibatan personel TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan sekaligus wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kami berupaya membantu agar Masjid Raudlatul Huda dapat segera difungsikan kembali pascabencana,” ujar Kapten Kav Musriatman di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, kondisi masjid pascabanjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal menutupi lantai serta sisa material longsor yang mengotori sejumlah bagian bangunan.
“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini pembersihan telah tuntas dan masjid sudah dapat digunakan kembali untuk beribadah,” jelasnya.
Kapten Kav Musriatman berharap kegiatan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Langkahan.
“Kami berharap kehadiran TNI dapat memberikan semangat kepada masyarakat untuk bangkit kembali. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga demi memperkuat kepedulian sosial dan persatuan,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Bantayan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, pembersihan masjid ini tentu membutuhkan waktu yang jauh lebih lama,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan untuk salat berjamaah karena dipenuhi lumpur dan kotoran.
“Alhamdulillah, sekarang masjid sudah bersih dan bisa digunakan kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.
Kegiatan pembersihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.[]
