![]() |
Jantho — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 untuk Program Studi Bahasa Mandarin.
Program studi ini menjadi satu-satunya prodi Bahasa Mandarin di Aceh yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa, sastra, budaya, dan teknologi.
Pembukaan program studi tersebut dinilai sebagai langkah strategis ISBI Aceh dalam merespons tantangan globalisasi serta meningkatnya kebutuhan dunia kerja terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya.
Koordinator Program Studi Bahasa Mandarin ISBI Aceh, Dinda Destari, S.S., M.T.C.SOL., mengatakan kurikulum prodi ini dirancang tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa, tetapi juga pemahaman budaya Tiongkok secara kontekstual dan aplikatif.
“Mahasiswa diarahkan memahami bahasa Mandarin dalam konteks sosial, budaya, dan profesional, termasuk di bidang pendidikan, pariwisata, seni, penerjemahan, hingga diplomasi budaya,” kata Dinda, Senin, 19 Januari 2026.
Dalam proses pembelajaran, ISBI Aceh memanfaatkan teknologi digital melalui platform pembelajaran daring, kelas virtual, serta sumber belajar berbasis teknologi untuk mendukung efektivitas dan fleksibilitas perkuliahan.
Selain kemampuan bahasa dan budaya, mahasiswa juga dibekali wawasan kewirausahaan berbasis bahasa dan budaya. Lulusan diharapkan mampu menciptakan peluang kerja mandiri, seperti jasa penerjemahan, pengajaran bahasa Mandarin, maupun usaha kreatif berbasis budaya Tiongkok.
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Aceh, Maisarah, M.A., menyampaikan bahwa Program Studi Bahasa Mandarin siap menerima mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
“Kurikulum, dosen pengampu, serta sarana pendukung pembelajaran telah dipersiapkan untuk menjamin proses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
ISBI Aceh mengikuti mekanisme SNPMB 2026 yang meliputi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sesuai jadwal nasional yang telah ditetapkan.
Melalui penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 ini, ISBI Aceh berharap Program Studi Bahasa Mandarin dapat menjadi ruang strategis bagi generasi muda Aceh untuk mengembangkan kompetensi global serta meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Sumber: Harian Rakyat Aceh
