Takengon — Sinergi Polri dan masyarakat terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.
Pada Sabtu (17/1/2026), personel BKO Brimob Polda Aceh bersama personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar.
Jembatan darurat ini dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara.
Sebelumnya, jembatan penghubung rusak dan hanyut akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025, sehingga memutus akses transportasi dan aktivitas masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan aparat Polri, Reje (kepala) ketiga kampung, serta masyarakat setempat. Seluruh pihak bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menekankan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Jembatan ini sangat penting sebagai akses utama antar kampung sekaligus penopang aktivitas ekonomi warga. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, Polres Aceh Tengah akan terus mendukung pemulihan infrastruktur serta memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Kegiatan gotong royong ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dan masyarakat untuk saling membantu, memperkuat solidaritas sosial, dan mempercepat pemulihan pascabencana di Rusip Antara secara berkelanjutan.[]
