Aceh Tamiang — Prajurit Yonif 115/Macan Leuser kembali menunjukkan kepedulian dalam aksi kemanusiaan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang.
Pada Senin (15/1/2026), puluhan prajurit dikerahkan untuk membersihkan sisa lumpur yang menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.
Sejak pagi, para prajurit turun langsung ke lokasi guna memulihkan fungsi sekolah agar dapat kembali digunakan sebagai tempat belajar yang aman dan layak bagi para siswa.
Lumpur tebal yang menutupi ruang kelas, lorong, halaman, serta fasilitas pendukung sekolah dibersihkan secara bertahap menggunakan peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong.
Proses pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.
Meski harus bekerja di tengah lumpur yang berat dan lengket, para prajurit tetap bekerja dengan penuh semangat.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembersihan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup endapan lumpur.
Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya pemulihan fasilitas pendidikan.
“Kami hadir untuk memastikan anak-anak di Aceh Tamiang dapat segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah menjadi prioritas karena menyangkut masa depan generasi penerus,” ujar Danyonif.
Ia menambahkan, keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan bagian dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.
“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali,” tambahnya.
Sementara itu, warga setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian prajurit Yonif 115/Macan Leuser.
Mereka berharap kegiatan pembersihan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Melalui aksi ini, Prajurit Macan Leuser menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan bersama masyarakat.[]
