Nagan Raya — Dalam upaya mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Nagan Raya gencar melakukan sosialisasi dengan menyebarkan puluhan spanduk dan flyer di berbagai wilayah Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah satuan, mulai dari Satuan Reskrim, Sat Binmas, Humas, hingga seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Nagan Raya. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Aceh dalam menghadapi fenomena El Nino ekstrem yang kerap disebut “El Nino Godzilla”.
Fenomena El Nino merupakan kondisi pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik ekuator yang dapat memicu kekeringan berkepanjangan, penurunan curah hujan secara drastis, serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, bahkan hingga risiko gagal panen.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla.
“Penyebaran spanduk dan flyer ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem akibat El Nino. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Kapolres.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
“Apabila masih ditemukan praktik pembakaran hutan dan lahan, Polres Nagan Raya akan menindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nagan Raya, Ipda Fardianto, turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum. Mari kita jaga wilayah kita agar tetap aman dari karhutla,” ujarnya.
Melalui langkah sosialisasi ini, Polres Nagan Raya berharap masyarakat semakin memahami bahaya karhutla dan berperan aktif dalam pencegahannya, khususnya di tengah ancaman El Nino ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya.[]
