BNN dan BNPT Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Narkotika dan Terorisme

Editor: Syarkawi author photo

 


Bogor — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui kunjungan kerja Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, ke kantor BNPT di Bogor, Kamis (9/4/2026).

Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kolaborasi antar lembaga untuk menghadapi ancaman narkotika dan terorisme yang kian kompleks dan saling berkaitan.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Ia juga menyoroti fenomena narcoterrorism, yakni keterkaitan antara peredaran narkotika dengan pendanaan terorisme yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Penguatan sinergi ini sejalan dengan prioritas dalam menjaga pertahanan dan keamanan nasional,” ujarnya.

BNPT, lanjutnya, juga menjalankan program pembinaan terhadap narapidana terorisme (napiter) secara bertahap, mulai dari kategori risiko tinggi ke menengah, dengan pendekatan yang lebih terbuka namun tetap dalam pengawasan ketat. 

Program tersebut terintegrasi dengan proses reintegrasi sosial melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, serta pendekatan kepada masyarakat sebelum warga binaan kembali ke lingkungan sosialnya.

Sementara itu, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mengapresiasi pendekatan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pemberdayaan.

“Pembekalan keterampilan menjadi kunci agar warga binaan dapat kembali produktif di masyarakat dan tidak kembali terjerumus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan narkotika dan terorisme memerlukan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi, yakni pengendalian adiksi dalam kasus narkotika dan penanganan ideologi dalam kasus terorisme.

Upaya tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui pembinaan nilai serta pemberdayaan ekonomi, seperti pengalihan komoditas dari tanaman ganja ke komoditas produktif seperti kopi di wilayah Gayo Lues.

Lebih lanjut, Suyudi juga menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks, termasuk melalui rokok elektronik (vape). Ia mengungkap adanya temuan pencampuran cairan liquid dengan zat berbahaya seperti etomidate yang menjadi perhatian serius, terutama di kalangan generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) BNPT sebagai sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan, meliputi bidang otomotif, pendingin udara (AC), kelistrikan, peternakan, menjahit, hingga kerajinan kayu. 

Beberapa peserta bahkan memperoleh sertifikat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat, dengan dukungan instruktur BNPT dan kolaborasi pihak swasta.

Menutup kunjungan, Kepala BNN RI menegaskan pentingnya penguatan sinergi antar lembaga dalam menghadapi kejahatan lintas sektor.

“BNN berkomitmen memperluas kolaborasi, memperkuat pertukaran informasi, serta mengintegrasikan upaya pencegahan dan penindakan agar penanganan narkotika semakin efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini