Forum LLAJ Aceh Sepakati Langkah Strategis Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Editor: Syarkawi author photo

 

Rapat Forum LLAJ Aceh di Aula Multimoda Dishub Aceh membahas langkah strategis pengetatan pengawasan dan penegakan aturan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di Aceh, Rabu (15/4/2026)

BANDA ACEH – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Aceh menegaskan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi perhatian di daerah tersebut. 

Komitmen itu diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Multimoda Dinas Perhubungan Aceh, Rabu (15/4/2026), dengan menghasilkan sejumlah langkah strategis pembenahan sistem transportasi.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, menegaskan bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Ia menyoroti pentingnya penguatan pengawasan di lapangan serta keseragaman data antarinstansi agar penanganan kecelakaan dapat dilakukan secara lebih akurat dan komprehensif.

“Pengawasan harus diperketat dan data harus sinkron. Tanpa itu, kita sulit membaca kondisi riil di lapangan,” ujar Faisal.

Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat kejadian kecelakaan yang belum tercatat secara lengkap dalam sistem pelaporan, sehingga menyulitkan dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran. 

Karena itu, ia mendorong keterbukaan dan integrasi data antara kepolisian, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya.

Selain persoalan data, Dishub Aceh turut menyoroti masih rendahnya kepatuhan sejumlah perusahaan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) terhadap regulasi, mulai dari perizinan hingga standar keselamatan kendaraan.

Faisal menegaskan bahwa pendekatan persuasif tidak lagi cukup, sehingga ke depan akan diterapkan langkah penegakan hukum yang lebih tegas.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Sanksi administratif hingga pencabutan izin akan diberlakukan bagi pelanggar berat,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Dishub Aceh bersama Forum LLAJ telah melakukan sosialisasi perizinan, ramp check kendaraan, serta peningkatan pengawasan operasional di lapangan.

Dalam rapat tersebut juga disepakati rencana aksi (action plan) jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, fokus diarahkan pada kampanye keselamatan lalu lintas, publikasi perusahaan pelanggar, serta razia terpadu terhadap kendaraan umum dan kendaraan ilegal.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan pengemudi termasuk tes urin juga akan diperketat sebagai bagian dari upaya keselamatan perjalanan.

Sementara untuk jangka panjang, Forum LLAJ Aceh berencana membangun sistem digital terintegrasi yang mampu memantau aktivitas perusahaan angkutan dan pengemudi secara real time, guna memperkuat pengawasan dan transparansi data transportasi.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Aceh berharap dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan di masa mendatang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini