BANDA ACEH – Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh menggelar latihan pemeliharaan kemampuan perlawanan teror (wanteror) di pesawat simulasi yang berada di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (14/4/2026).
Latihan tersebut dibuka oleh Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han., selaku inspektur upacara.
Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Detasemen Gegana yang juga bertindak sebagai Direktur Latihan, Dr. Akmal, S.E., M.M., Kabagops Satbrimob Polda Aceh Kompol Anton Praptono, S.H., M.H., serta para pejabat utama dan perwira di lingkungan Satbrimob Polda Aceh.
Dalam amanatnya, Zuhdi Batubara menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus berkembang secara dinamis, seiring kemajuan teknologi yang turut memengaruhi pola dan modus operandi kejahatan, termasuk ancaman terorisme seperti pembajakan pesawat udara.
“Personel Gegana dituntut selalu siap dan mampu menghadapi setiap potensi ancaman. Kemampuan tersebut harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui latihan yang berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, latihan wanteror merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme personel.
Menurutnya, kemampuan tidak cukup diperoleh melalui teori, tetapi harus diasah melalui latihan yang serius, terarah, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Latihan Dr. Akmal menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta kekompakan tim selama pelaksanaan latihan. Ia juga mengingatkan peserta dan instruktur untuk menjalankan tugas dengan penuh kesungguhan.
“Keberhasilan tugas sangat ditentukan oleh soliditas tim dan kesiapan individu dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan,” katanya.
Latihan secara resmi dibuka pada pukul 17.15 WIB dan difokuskan pada peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi skenario terorisme, khususnya pembajakan pesawat udara.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel Gegana dalam menghadapi berbagai ancaman terorisme.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutup Akmal.[]
