![]() |
| Deretan emas batangan Antam di Pegadaian, Senin (20/4/2026). Harga emas ukuran 1 gram tercatat masih stagnan di level Rp3.000.000. |
Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas turun Rp50.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.880.000 menjadi Rp2.830.000 per gram.
Penurunan ini juga diikuti harga buyback (jual kembali) yang melemah menjadi Rp2.640.000 per gram. Kondisi tersebut membuat selisih harga jual dan beli semakin lebar dibandingkan hari sebelumnya.
Fluktuasi harga emas dipengaruhi sejumlah faktor global, seperti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kebijakan suku bunga bank sentral.
Dalam beberapa hari terakhir, tekanan harga terjadi seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi, sehingga minat terhadap emas cenderung menurun dalam jangka pendek.
Meski demikian, penurunan harga justru kerap dimanfaatkan investor sebagai peluang untuk membeli.
Emas masih dianggap sebagai instrumen safe haven yang relatif stabil dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berikut rincian harga emas Antam per 22 April 2026:
0,5 gram: Rp1.465.000
1 gram: Rp2.830.000
2 gram: Rp5.600.000
5 gram: Rp13.925.000
10 gram: Rp28.907.000
25 gram: Rp72.137.000
50 gram: Rp144.191.000
100 gram: Rp288.301.000
Harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen untuk setiap transaksi pembelian.
Selain itu, harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar, sehingga masyarakat disarankan untuk memantau perkembangan melalui kanal resmi Logam Mulia.
Sejumlah pelaku pasar menilai kondisi ini menjadi momentum bagi investor, baik pemula maupun berpengalaman, untuk mulai mengoleksi emas secara bertahap.
Strategi buy on weakness dinilai efektif guna memperoleh harga rata-rata yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Di tengah tren fluktuatif, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang aman dan likuid. Selain mudah diperjualbelikan, emas juga memiliki nilai intrinsik yang relatif tahan terhadap inflasi, sehingga tetap menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia.[]
.webp)