BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan melepas 15 siswa dan tiga guru terbaik untuk mengikuti Program Inspirasi Karakter Orisinal Nusantara (IKON), Minggu (12/4/2026).
Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, dalam suasana penuh semangat dan harapan.
Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, bersama sejumlah pejabat terkait yang memberikan dukungan kepada para peserta.
Program IKON merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Putera Sampoerna Foundation.
Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan karakter generasi muda, dengan fokus pada pembentukan kepemimpinan, kreativitas, serta peningkatan daya saing global bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa keikutsertaan para siswa dan guru bukan sekadar perjalanan belajar, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia unggul di Banda Aceh.
“Keberangkatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam memajukan dunia pendidikan. Kami ingin memberikan ruang bagi siswa berprestasi untuk terus berkembang dan membawa manfaat bagi diri sendiri serta daerah,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, menjaga nama baik daerah, serta membangun jejaring dan pengalaman yang bermanfaat di masa depan.
Sementara itu, Sulaiman Bakri menjelaskan, seluruh peserta akan mengikuti program pembelajaran intensif selama delapan hari di Sampoerna University.
Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan materi di bidang teknologi informasi, kewirausahaan, serta penguatan karakter bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Program ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengalaman lintas budaya dan penguatan soft skills. Kami berharap peserta dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin dan membagikannya di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepulang dari program IKON, para siswa dan guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan pendidikan, mendorong inovasi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di Banda Aceh.
Pelepasan rombongan ini juga menjadi momen haru dan membanggakan. Para orang tua dan pihak sekolah turut hadir memberikan doa dan dukungan, dengan harapan para peserta kembali membawa ilmu, pengalaman, serta semangat baru untuk kemajuan pendidikan di Tanah Rencong. (**)
