Yahukimo — Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 meningkatkan patroli taktis dan penyisiran di wilayah Yahukimo, Papua, pascainsiden kontak tembak yang terjadi pada 15 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan.
Langkah tersebut dilakukan setelah hasil penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo.
Dalam waktu singkat, tim gabungan langsung melakukan pengejaran sekaligus memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan.
Patroli difokuskan pada jalur-jalur yang kerap digunakan kelompok tersebut, disertai penyisiran di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan. Upaya ini bertujuan memastikan kondisi wilayah tetap aman serta mencegah potensi gangguan keamanan.
Dalam penyisiran di area Camp PT Indo Papua, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga terkait aktivitas kelompok bersenjata, di antaranya 133 anak panah, 17 busur, 8 parang, 3 kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, 6 senapan angin, 1 pisau sangkur, serta 1 unit telepon genggam.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keamanan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
“Patroli taktis dan penyisiran dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan wilayah tetap aman dan meminimalisasi potensi gangguan,” ujarnya.
Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis.
“Kami memperkuat langkah pencegahan di titik-titik rawan agar situasi keamanan tetap terkendali,” katanya.
Sementara itu, Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari insiden kontak tembak di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Yahukimo.
“Pasca kejadian, kami langsung melakukan penyelidikan, dilanjutkan pengejaran terhadap pelaku. Patroli dan penyisiran ini untuk memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hasil kegiatan menunjukkan kondisi keamanan relatif terkendali, meski aparat tetap meningkatkan kewaspadaan di jalur-jalur rawan.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum secara profesional dan terukur, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.[]
