Banda Aceh — Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pencak Silat Militer (PP PSM), Kolonel Inf Gempar Sebayang, mengukuhkan kepengurusan Pencak Silat Militer (PSM) tingkat provinsi, cabang, dan ranting se-Aceh untuk periode 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Jasdam Iskandar Muda, Selasa (14/4/2026).
Pengukuhan tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur TNI, pengurus organisasi, serta undangan lainnya, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan pengembangan pencak silat di Aceh.
Dalam sambutan Ketua Umum PP PSM yang dibacakan Gempar, disampaikan apresiasi kepada jajaran Kodam Iskandar Muda atas dukungan dalam pembentukan kepengurusan PSM di Aceh.
“Pencak Silat Militer merupakan gagasan Kepala Staf Angkatan Darat sebagai wujud kecintaan terhadap pencak silat, sekaligus upaya melestarikan dan mengembangkannya agar semakin dikenal di dunia,” ujar Gempar.
Ia juga menyampaikan bahwa PSM telah resmi menjadi salah satu perguruan anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) setelah diputuskan dalam Musyawarah Nasional IPSI ke-16 di Jakarta pada 11 April 2026.
Dengan pengakuan tersebut, PSM memiliki legalitas sebagai bagian dari pembinaan olahraga pencak silat nasional, sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak atlet berprestasi.
Sementara itu, Sekretaris IPSI Aceh, Maszuwar ZM, menilai kehadiran PSM di lingkungan TNI menjadi energi baru dalam pengembangan pencak silat.
“Pencak silat adalah identitas budaya bangsa. Dengan dukungan TNI, kita optimistis prestasi pencak silat Aceh akan semakin meningkat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan demonstrasi pencak silat oleh atlet daerah serta penyerahan cenderamata antara pengurus PSM dan IPSI.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya perwakilan Pangdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Heri Purwanto, serta jajaran pejabat Kodam Iskandar Muda dan pengurus IPSI.
Melalui pengukuhan ini, diharapkan pengurus PSM Aceh dapat menjalankan peran dalam pembinaan atlet serta pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.[]
