Banda Aceh — Gangguan listrik yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Bagian Utara (SBU) sejak Jumat (22/5/2026) malam pukul 18.44 WIB masih berdampak hingga Sabtu (23/5/2026) pagi.
Setelah lebih dari 10 jam terjadi gangguan, PT PLN (Persero) menyatakan proses pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan secara bertahap dan sejumlah gardu induk telah kembali beroperasi.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan gangguan terjadi akibat permasalahan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
Gangguan tersebut tidak hanya berdampak di Aceh, tetapi juga memengaruhi sejumlah wilayah di Sumatera.
“PLN terus berupaya melakukan penormalan kelistrikan pascagangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan sebagian wilayah Sumatera terdampak,” ujar Lukman dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).
Ia menyebutkan, hingga pukul 05.00 WIB, sebanyak 17 dari total 21 gardu induk yang terdampak telah berhasil dipulihkan.
“PLN terus melakukan percepatan penormalan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat kembali normal hingga ke pelanggan,” tambahnya.
Lukman juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi terkait perkembangan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal komunikasi resmi PLN lainnya.
Gangguan listrik yang berlangsung berjam-jam tersebut sempat dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah di Aceh karena mengganggu aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha pada malam hari.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di sebagian wilayah Sumatera.
“Pertama, PT PLN (Persero) ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh, karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam,” ujar Darmawan dalam konferensi pers, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB dan langsung dilaporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
Saat ini, PLN masih terus melakukan percepatan pemulihan agar seluruh sistem kelistrikan di wilayah terdampak dapat kembali normal sepenuhnya.[]
