Bener Meriah – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana kembali ditunjukkan oleh personel Koramil 05/Permata, Kodim 0119/Bener Meriah bersama masyarakat.
Mereka melaksanakan penanaman pohon di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Dusun Genting Gajah, Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan penghijauan ini merupakan tindak lanjut atas kondisi wilayah yang sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor.
Sejumlah titik rawan menjadi prioritas penanaman, terutama di sepanjang badan jalan yang sempat longsor serta bantaran sungai yang berpotensi mengalami erosi.
Sejak pagi, personel TNI dan warga bergotong royong menanam berbagai jenis pohon keras dan tanaman penahan tanah.
Mereka bersama-sama menyiapkan lahan, menggali lubang, hingga menanam bibit di lokasi yang telah ditentukan.
Penanaman pohon ini tidak sekadar penghijauan, tetapi juga langkah preventif untuk memperkuat struktur tanah di daerah rawan bencana.
Akar tanaman dinilai mampu mengikat tanah, meningkatkan daya serap air, serta menjaga kestabilan permukaan tanah dari gerusan air hujan.
Danramil 05/Permata, Kapten Inf Abdul Asis, mengatakan wilayah yang pernah terdampak bencana hidrometeorologi umumnya memiliki struktur tanah labil, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan saat curah hujan tinggi.
“Penanaman pohon menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi risiko tersebut. Ini juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak agar upaya pencegahan bencana dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Kegiatan ini juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam membantu mengatasi persoalan sosial dan lingkungan.
Warga Desa Burni Pase menyambut baik kegiatan tersebut dan turut berpartisipasi aktif. Mereka berharap pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang, khususnya dalam mengurangi risiko longsor yang sebelumnya sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Kapten Abdul Asis menegaskan pihaknya akan terus mendorong kegiatan serupa di wilayah lain yang rawan bencana.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penebangan liar serta merawat tanaman yang telah ditanam.
“Semakin banyak pohon yang tumbuh, kemampuan tanah menyerap air akan meningkat, sehingga risiko longsor dapat diminimalisir,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa mitigasi bencana dapat dimulai dari langkah sederhana namun berkelanjutan, seperti menanam dan merawat pohon demi menjaga lingkungan dan keselamatan bersama.[]
