Apresiasi Kemitraan Polda Jambi dan Media, FRIC Dorong Sinergi “Buka Pintu, Buka Percaya” untuk Sukseskan HUT Bhayangkara ke-80

Editor: Syarkawi author photo

 


JAMBI – Kemitraan antara Polda Jambi dan insan pers kembali mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sinergi yang terbangun melalui Bidang Humas Polda Jambi dinilai semakin solid dan menjadi contoh baik dalam memperkuat komunikasi publik, transparansi, serta upaya menangkal penyebaran informasi hoaks.

Ketua FRIC Provinsi Jambi, Dody, menyampaikan bahwa pola kemitraan yang mengedepankan prinsip “Buka Pintu, Buka Percaya” perlu terus diperkuat dan bahkan dapat menjadi contoh bagi Polres jajaran di seluruh Indonesia.

Menurutnya, hubungan Polri dan media memiliki peran strategis dalam mencapai tiga tujuan utama, yakni kepercayaan publik, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

“Media dan Polri adalah mitra strategis. Media menjadi jembatan informasi kepada masyarakat, sementara Polri menyediakan data dan fakta yang valid agar tidak terjadi simpang siur informasi,” ujar Dody, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa kemitraan tersebut sangat penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. 

Melalui media, berbagai kegiatan kepolisian seperti operasi, pengungkapan kasus, hingga kebijakan publik dapat tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Selain itu, media juga berperan dalam edukasi dan pencegahan, seperti penyampaian imbauan terkait penipuan online, keselamatan berlalu lintas, bahaya narkoba, hingga tips keamanan masyarakat dalam berbagai situasi.

“Media memiliki jangkauan luas, sehingga pesan-pesan pencegahan kejahatan bisa tersampaikan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Dody juga menekankan bahwa pemberitaan yang berimbang sangat berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap institusi Polri. 

Menurutnya, publikasi positif terkait pelayanan kepolisian, kegiatan kemanusiaan, hingga penanganan bencana akan memperkuat citra Polri di mata masyarakat.

“Kepercayaan publik itu penting. Dengan meningkatnya trust, masyarakat akan lebih mudah berkolaborasi dan melapor jika terjadi gangguan kamtibmas, termasuk melalui layanan call center 110,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media dan Polri dalam menjaga situasi kondusif, terutama saat terjadi peristiwa yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. 

Dalam kondisi tersebut, media diharapkan dapat menyampaikan informasi yang jernih dan tidak provokatif berdasarkan data yang valid dari kepolisian.

“Polri tanpa media seperti bekerja tanpa publikasi, sedangkan media tanpa Polri bisa kekurangan data yang valid. Sinergi ini membuat informasi yang sampai ke masyarakat menjadi akurat dan terpercaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dody mengajak insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang berimbang, tidak menggiring opini negatif, serta tidak memecah belah masyarakat.

“Saya mengajak rekan-rekan media untuk tetap bijak, berintegritas, dan profesional dalam menyajikan informasi. Hindari opini yang dapat menimbulkan kegaduhan atau kepentingan tertentu,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dody juga menyampaikan harapan agar Polri terus meningkatkan pelayanan yang humanis namun tetap tegas sesuai aturan yang berlaku, serta mengapresiasi komitmen media dalam mendukung suksesnya rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

“Media siap bersinergi untuk menyukseskan Hari Bhayangkara ke-80 demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif dan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini