DPRK Aceh Tamiang Minta Koperindag Awasi Lonjakan Harga Bahan Bangunan Pascabanjir

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tamiang – Kondisi masyarakat Aceh Tamiang yang masih berupaya bangkit dari dampak banjir semakin berat akibat melonjaknya harga sejumlah bahan bangunan di pasaran. 

Kenaikan harga yang dinilai tidak wajar tersebut mendorong anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Koperindag) segera melakukan pengawasan serta penertiban harga.

Permintaan itu disampaikan anggota DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Partai Gerindra, Sarhadi, kepada awak media, Minggu (28/6/2026).

Menurut Sarhadi, sejumlah pedagang diduga menaikkan harga bahan bangunan secara sepihak, padahal masyarakat saat ini sangat membutuhkan material untuk memperbaiki maupun membangun kembali rumah serta fasilitas yang rusak akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

"Kami meminta Dinas Koperindag bekerja lebih maksimal dalam mengawasi harga di pasaran. Jangan sampai kesulitan warga pascabencana dimanfaatkan dengan menaikkan harga sesuka hati," tegas Sarhadi.

Ia menyebutkan, harga semen yang sebelumnya berkisar Rp55.000 per sak kini naik menjadi sekitar Rp75.000 per sak. 

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah bahan bangunan lainnya, seperti paku, besi, pasir, dan material konstruksi lainnya.

Menurutnya, lonjakan harga tersebut sangat membebani masyarakat yang tengah berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan memperbaiki tempat tinggal mereka.

Karena itu, Sarhadi mendesak Dinas Koperindag segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke toko-toko bangunan untuk memastikan harga tetap wajar dan tidak merugikan konsumen.

"Harapan kami, ada langkah nyata dari Dinas Koperindag. Sidak perlu dilakukan agar harga dapat dikendalikan dan masyarakat tidak semakin terbebani dalam proses membangun kembali rumah mereka," pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini