MTQ ke-8 Baitussalam Jadi Wadah Cetak Generasi Qurani dan SDM Unggul Aceh Besar

Editor: Syarkawi author photo

 

Camat Baitussalam, Ridhwan SE Ak, saat menyerahkan piala kepada pemenang MTQ. Foto: Dok. Camat Baitussalam

ACEH BESAR – Pemerintah Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam mewujudkan daerah yang maju, religius, dan berdaya saing. 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-8 tingkat Kecamatan Baitussalam.

MTQ yang digelar di Gampong Lam Ujong tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qurani yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin masa depan.

Camat Baitussalam, Ridhwan, S.E., Ak., mengatakan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur. 

Menurutnya, kemajuan Aceh Besar harus didukung oleh SDM yang unggul, religius, dan berintegritas.

"Melalui MTQ ini, kami berharap lahir insan-insan Qurani yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Aceh Besar. SDM yang berkualitas merupakan modal utama untuk mewujudkan perubahan daerah ke arah yang lebih baik," ujar Ridhwan, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, MTQ merupakan sarana strategis untuk membina generasi muda agar tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Ridhwan mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

"Menang atau kalah adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah proses belajar dan upaya kita bersama dalam membumikan Al-Qur'an di Kecamatan Baitussalam," katanya.

Ridhwan juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, para donatur, aparatur gampong, dewan hakim, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ. 

Menurutnya, pembangunan SDM sebagaimana menjadi visi Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

"Pak Bupati dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa keberhasilan membangun SDM unggul tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat agar cita-cita tersebut dapat terwujud," ujarnya.

Selain menjadi ajang syiar Islam, MTQ tingkat kecamatan juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Kecamatan Baitussalam pada MTQ tingkat Kabupaten Aceh Besar hingga tingkat Provinsi Aceh.

Ridhwan berharap pembinaan yang dilakukan secara berjenjang mampu mempertahankan prestasi Aceh Besar sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi pembinaan Al-Qur'an yang kuat.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. 

Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini agar generasi muda tidak terpengaruh oleh penggunaan gawai secara berlebihan.

MTQ ke-8 Kecamatan Baitussalam diikuti sebanyak 95 peserta dari berbagai gampong. Beragam cabang yang diperlombakan meliputi tartil, tilawah, qiraah sab'ah, tahfiz, syarhil Quran, fahmil Quran, hingga cabang-cabang kontemporer.

Menurut Ridhwan, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi membangun SDM yang religius, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

"Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi Qurani yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus membawa Aceh Besar menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkelanjutan," pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini