ACEH TENGGARA – Pembangunan jembatan beton di Desa Lawe Sikap I, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres.
Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pemasangan tulangan besi sebagai rangka utama konstruksi sebelum proses pengecoran.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi warga.
Jembatan yang dibangun merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Babussalam.
Sebelumnya, jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat diterjang banjir dari aliran sungai pegunungan, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Sejak pembangunan dimulai, Babinsa bersama warga terus bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di daerah.
Babinsa Desa Lawe Sikap I, Koptu Suharto, mengatakan pemasangan tulangan besi merupakan tahapan penting untuk memastikan konstruksi jembatan memiliki kekuatan dan daya tahan yang optimal.
"Saat ini kami bersama masyarakat terus bergotong royong memperbaiki jembatan yang rusak akibat banjir. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan," ujarnya.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur utama yang menghubungkan antarwilayah.
Kerusakan jembatan selama ini berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan masyarakat lainnya.
Dalam proses pembangunannya, jembatan menggunakan konstruksi beton bertulang yang diperkuat dengan tulangan besi berkualitas.
Selain itu, pada kedua sisi jembatan dipasang pasangan batu belah sebagai penahan konstruksi agar lebih kokoh dan mampu mengurangi risiko kerusakan saat debit air sungai meningkat.
Koptu Suharto menjelaskan, desain konstruksi tersebut dirancang agar mampu menahan beban kendaraan, termasuk truk pengangkut hasil pertanian, perkebunan, maupun material lainnya yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Lawe Sikap I yang terus berpartisipasi dalam proses pembangunan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan sesuai target sehingga segera dimanfaatkan untuk kepentingan bersama," katanya.
Kodim 0108/Aceh Tenggara berharap pembangunan jembatan beton tersebut segera rampung sehingga kembali berfungsi sebagai jalur transportasi utama masyarakat.
Kehadiran jembatan yang kokoh dan aman diyakini akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.
Selain itu, pembangunan ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.[]
