BANDA ACEH – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh memastikan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Provinsi Aceh terus berkembang.
Dengan tersedianya puluhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah, masyarakat kini dapat melakukan perjalanan menggunakan kendaraan listrik dengan lebih nyaman tanpa khawatir kehabisan daya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan 33 unit SPKLU yang telah beroperasi di 29 lokasi strategis di seluruh Aceh.
Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung percepatan transisi energi bersih sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Aceh, Zulfan M. Jamil, mengatakan masyarakat tidak perlu lagi ragu menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota maupun aktivitas sehari-hari.
"Ekosistem kendaraan listrik di Aceh sudah sangat siap. Dengan beroperasinya 33 unit SPKLU yang tersebar di 29 lokasi strategis, masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat bepergian menggunakan kendaraan listrik. Pengisian daya kini dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi PLN Mobile," ujar Zulfan, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Aceh menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data PLN hingga Maret 2026, jumlah mobil listrik di Aceh telah mencapai 60 unit, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 yang saat itu baru tercatat dua unit.
Seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik, PLN juga terus memperluas jaringan SPKLU. Jika pada 2022 hanya tersedia satu unit SPKLU, kini jumlahnya meningkat menjadi 33 unit yang siap melayani kebutuhan pengisian daya masyarakat.
SPKLU tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis, yakni Kota Meulaboh sebanyak sembilan unit, Kota Lhokseumawe enam unit, Kota Langsa enam unit, Kota Banda Aceh lima unit, Kota Subulussalam lima unit, serta Kabupaten Pidie, tepatnya di Sigli, sebanyak dua unit.
Dengan sebaran tersebut, pengguna kendaraan listrik memiliki lebih banyak pilihan lokasi pengisian daya, baik untuk kebutuhan harian maupun perjalanan lintas daerah.
PLN juga memastikan seluruh SPKLU dapat digunakan oleh mobil listrik maupun sepeda motor listrik, sehingga mampu mendukung pertumbuhan seluruh jenis kendaraan listrik di Aceh.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PLN menghadirkan empat kategori teknologi pengisian daya, yakni tiga unit Standard Charging, 20 unit Medium Charging, enam unit Fast Charging, dan empat unit Ultra Charging.
Teknologi pengisian cepat tersebut memungkinkan baterai kendaraan terisi dalam waktu sekitar 20 hingga 40 menit, bergantung pada jenis charger yang digunakan serta kapasitas baterai kendaraan.
Selain itu, PLN terus mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut memudahkan pengguna menemukan lokasi SPKLU terdekat, mengetahui ketersediaan charger secara real time, hingga melakukan transaksi pembayaran secara praktis.
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung target pemerintah menuju penggunaan energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Dengan semakin luasnya jaringan SPKLU di Aceh, masyarakat diharapkan semakin percaya diri beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat biaya operasional, ramah lingkungan, dan nyaman digunakan.
Kehadiran puluhan SPKLU di berbagai wilayah juga menjadi bukti kesiapan Aceh memasuki era transportasi berbasis energi listrik.
Infrastruktur yang terus berkembang diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang kuat, modern, dan berkelanjutan di Tanah Rencong.[]
