Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji hingga Rp6 Juta, Targetkan 150 Ribu Peserta

Editor: Syarkawi author photo

 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Foto: YouTube Sekretariat Kepresidenan

JAKARTA – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 yang menawarkan uang saku atau gaji bagi peserta berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan. 

Besaran yang diterima peserta disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi penempatan magang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Program Magang Nasional merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan melalui Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2025.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 juta sampai Rp6 juta per bulan, tergantung upah minimum kabupaten/kota tempat mereka bekerja," ujar Teddy saat pembukaan Program Magang Nasional 2026, Senin (29/6/2026).

Menurut Teddy, program tersebut dirancang untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih mudah memasuki dunia kerja. 

Selain menyasar lulusan sarjana, PMN juga terbuka bagi penyandang disabilitas serta peserta dari berbagai latar belakang profesi.

"Salah satu pekerjaan rumah pemerintah sejak dulu adalah bagaimana lulusan perguruan tinggi, khususnya S1, dapat segera memperoleh pekerjaan dan penghasilan setelah menyelesaikan pendidikan," katanya.

Selain memperoleh penghasilan, peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan di perusahaan mitra dan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor atau pekerja senior guna meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja.

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior di perusahaan agar kemampuan mereka terus berkembang. Tahun ini kami juga membuka kesempatan tidak hanya bagi lulusan S1, tetapi juga dari berbagai profesi dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujar Teddy.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan PMN pada tahun pertama menunjukkan hasil yang positif. Dari sekitar 100 ribu peserta yang mengikuti program pada 2025, sebanyak 30 persen atau sekitar 30 ribu orang berhasil direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Sementara itu, sekitar 30 persen peserta lainnya masih menunggu proses rekrutmen dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.

"Artinya, program ini menjadi jembatan nyata bagi lulusan untuk dapat langsung memasuki dunia kerja dan memperoleh penghasilan," katanya.

Pada 2026, pemerintah meningkatkan kuota peserta menjadi 150 ribu orang, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. 

Seluruh peserta akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan milik BUMN maupun swasta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah berharap Program Magang Nasional dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kompetensi lulusan, serta memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini