Ratusan Warga Padati CFD Banda Aceh, Nobar Piala Dunia 2026 Dongkrak UMKM dan Hidupkan Ruang Publik

Editor: Syarkawi author photo

 

Warga memadati kawasan Car Free Day Jalan Daud Beureueh, Banda Aceh, untuk menyaksikan nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 antara Kolombia dan Portugal melalui layar videotron, Ahad (28/6/2026). Foto: Dok. MB

BANDA ACEH – Ratusan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Daud Beureueh, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026), untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Kolombia dan Portugal yang ditayangkan melalui videotron di Gedung Bank Syariah Nasional.

Suasana nobar berlangsung meriah sejak pagi. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan. Sorak-sorai penonton beberapa kali terdengar saat kedua tim menciptakan peluang, meski laga akhirnya berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Selain menjadi hiburan bagi para pecinta sepak bola, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan CFD.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, S.STP., mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, besarnya partisipasi warga menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang publik yang aktif, nyaman, sehat, dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat berinteraksi.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan program Ibu Wali Kota dalam menghidupkan ruang-ruang publik yang ramah bagi masyarakat sekaligus mendorong berkembangnya aktivitas kepemudaan, olahraga, dan UMKM,” ujar Reza.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk masyarakat yang ikut memeriahkan suasana nobar.

“Terima kasih atas kolaborasi semua pihak dan partisipasi seluruh masyarakat yang sangat luar biasa. Insya Allah, sampai jumpa di nobar minggu-minggu berikutnya,” katanya.

Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kawasan Car Free Day tidak hanya menjadi pusat aktivitas olahraga, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang inklusif, mempererat kebersamaan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini