Aceh Besar – Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas siswa dan guru pendamping dari TK Islam Karakter (TKIK) Imam An Nawawi mengikuti kegiatan edukatif Visit Tour ke Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), Ladong, Aceh Besar, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dunia ekonomi kreatif, teknologi, kewirausahaan, dan inovasi kepada anak-anak sejak usia dini.
Program tersebut dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, serta wawasan kewirausahaan melalui pengalaman belajar langsung di berbagai unit ekonomi kreatif yang dikembangkan AMANAH.
Dengan konsep edutourism atau wisata edukasi, para peserta diajak mengenal beragam profesi, proses produksi, pemanfaatan teknologi, pengelolaan usaha, hingga konsep ekonomi berkelanjutan yang menjadi kebutuhan masa depan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta menjelajahi 13 unit ekonomi kreatif dan teknologi unggulan yang berada di lingkungan Gedung AMANAH.
Unit-unit tersebut meliputi Fashion dan UMKM, Laboratorium Nilam, Studio Podcast, Unit Pengolahan Sampah, E-Library, Green House Melon, Budidaya Bioflok, Rumah Teknologi, Rumah Kemasan, Unit Pengolahan Kopi, Barista dan Manajemen Coffee, serta berbagai fasilitas pendukung inovasi dan pengembangan talenta lainnya.
Direktur AMANAH menegaskan pentingnya mengenalkan ekonomi kreatif dan kewirausahaan sejak dini sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia masa depan.
“Anak-anak hari ini adalah calon pemimpin, inovator, wirausahawan, dan pencipta lapangan kerja di masa depan. Karena itu, mereka perlu diperkenalkan sejak dini dengan berbagai aktivitas kreatif dan produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Islam Karakter Imam An Nawawi, Emlia Intan Sari, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan AMANAH kepada para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka dapat mengenal berbagai profesi dan pekerjaan di sektor ekonomi kreatif secara langsung, sehingga mampu menambah wawasan dan memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkarya,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sistem kunjungan interaktif dengan metode round robin, yakni berkeliling secara bergantian dalam kelompok-kelompok kecil ke setiap unit yang dikunjungi.
Pada setiap lokasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai fungsi unit, proses kerja, teknologi yang digunakan, serta kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Selain melihat berbagai produk dan teknologi yang dikembangkan, anak-anak juga berinteraksi langsung dengan pengelola unit, mencoba berbagai aktivitas edukatif, serta mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah kunjungan ke Green House Melon. Di lokasi tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan teknologi budidaya melon modern dan berkesempatan memetik buah melon langsung dari tanaman.
Mereka juga menikmati melon segar hasil panen, sehingga memperoleh pengalaman belajar berbasis praktik yang memperkenalkan sektor pertanian modern dengan cara yang menyenangkan.
Sebagai penutup, seluruh peserta diajak berkeliling kawasan Gedung AMANAH menggunakan golf car untuk melihat lebih dekat berbagai fasilitas, unit usaha, dan kawasan pengembangan talenta yang ada di lingkungan tersebut.
Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi.
Melalui program edukatif ini, AMANAH terus berkomitmen menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif bagi generasi muda Aceh dalam mengenal dunia kreativitas, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.
Kunjungan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem talenta masa depan yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan serta kreativitas.
Kegiatan Visit Tour TKIK Imam An Nawawi ke Gedung AMANAH menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
Pengalaman belajar langsung di lapangan mampu memperkaya wawasan, membangun karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta menginspirasi anak-anak untuk berani bermimpi dan berkarya sejak usia dini.[]
