Dari 13 Hektare Jadi 120 Hektare, Pengembangan Bawang Putih Sembalun Terus Diperluas

Editor: Syarkawi author photo

 


LOMBOK TIMUR – Pengembangan komoditas bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan perkembangan signifikan. Program yang digagas melalui sinergi Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, pemerintah, dan kelompok tani itu kini berkembang jauh dari lahan awal seluas 13 hektare pada 2025.

Perkembangan tersebut ditandai dengan penanaman bawang putih serentak, panen raya, serta peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun yang dihadiri langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Rabu (19/8/2026).

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., dalam kegiatan tersebut melaporkan bahwa pengembangan bawang putih di Sembalun dilakukan secara bertahap sejak 2025.

Dari lahan awal seluas 13 hektare, pengembangan terus diperluas hingga pada 2026 penanaman mencapai sekitar 120 hektare.

“Penanaman bawang putih hasil kerja sama Satgas Pangan Polri dengan pemerintah di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, telah dimulai sejak tahun 2025 dengan luas awal 13 hektare,” ujar Kalingga.

Menurutnya, perluasan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pertanian Sembalun sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pengembangan bawang putih tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Polri di Sembalun. Selain penanaman serentak, Kapolri juga menghadiri panen raya dari lahan yang telah ditanami sebelumnya serta peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Dalam penanaman bawang putih serentak yang dilaksanakan Polri, total lahan yang digarap mencapai sekitar 279,5 hektare yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Polda NTB menjadi wilayah dengan areal penanaman terbesar, yakni mencapai 120 hektare, dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton.

Sementara itu, panen raya di Sembalun dilakukan dari lahan seluas 105 hektare. Kegiatan tersebut melibatkan sembilan kelompok tani dengan total 287 petani dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 1.050 ton bawang putih.

Kapolda NTB menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari pendampingan serta sinergi yang dibangun bersama berbagai pihak, khususnya kelompok tani dan pemerintah.

“Kegiatan hari ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani secara berkelanjutan,” kata Kalingga.

Kapolri Dorong Riset Pengembangan Bawang Putih

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong agar pengembangan bawang putih tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga diiringi dengan riset dan pengembangan teknologi budidaya.

Menurutnya, penelitian perlu terus dilakukan untuk menemukan pola budidaya yang paling sesuai, termasuk kemungkinan pengembangan bawang putih di wilayah dengan ketinggian yang lebih rendah.

“Upaya ini menjadi bagian penting agar produksi bawang putih nasional dapat terus diperluas dengan menyesuaikan karakteristik lahan dan kondisi di masing-masing wilayah,” tegasnya.

Perkembangan pengembangan bawang putih di Sembalun dari 13 hektare pada 2025 menjadi sekitar 120 hektare pada 2026 menunjukkan adanya peningkatan skala program secara signifikan.

Kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan kelompok tani diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi bawang putih, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan nasional.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini