Pidie – Koramil 12/Sakti Kodim 0102/Pidie bersama Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Reguler terus memacu penyelesaian sasaran fisik program TMMD di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.
Salah satu sasaran yang saat ini menjadi fokus percepatan adalah pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) pada sasaran 4 dan sasaran 5, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan pembangunan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 12/Sakti, Kapten Inf Dwi Santosa, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh sasaran fisik TMMD dapat diselesaikan sesuai target dan waktu yang telah ditentukan.
Percepatan pekerjaan dilakukan mengingat rangkaian kegiatan TMMD ke-129 Reguler dijadwalkan memasuki tahap akhir menjelang upacara penutupan pada 13 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Koramil 12/Sakti bersama Satgas TMMD tampak bekerja secara maksimal dan penuh semangat.
Berbagai pekerjaan konstruksi terus dikerjakan secara bertahap, mulai dari pengadukan semen yang digunakan untuk mengikat pasangan bata hingga pelaksanaan pengecoran sloof pada bangunan MCK.
Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan tahapan konstruksi agar setiap bagian bangunan memiliki kekuatan dan kualitas yang baik.
Pengadukan material semen menjadi salah satu pekerjaan penting dalam mendukung proses pemasangan bata, sementara pengecoran sloof dilakukan sebagai bagian dari struktur dasar yang berfungsi memperkuat bangunan agar lebih kokoh dan tahan dalam jangka panjang.
Danramil 12/Sakti, Kapten Inf Dwi Santosa, mengatakan bahwa percepatan pembangunan dilakukan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.
Menurutnya, mengejar target penyelesaian bukan berarti mengabaikan ketelitian, sebab fasilitas MCK yang dibangun melalui program TMMD nantinya akan digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pekerjaan terus kita kebut karena waktu pelaksanaan TMMD semakin mendekati penutupan. Namun, percepatan tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan ketepatan setiap tahapan pekerjaan. Kita ingin seluruh sasaran dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kapten Inf Dwi Santosa.
Ia menambahkan, pembangunan MCK merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Keberadaan fasilitas sanitasi yang layak diharapkan dapat membantu meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, fasilitas sanitasi yang memadai memiliki peranan penting dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat.
Oleh karena itu, pembangunan MCK dalam program TMMD tidak hanya dipandang sebagai sasaran fisik semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah sasaran.
Dalam proses pengerjaan, personel Satgas TMMD bersama anggota Koramil 12/Sakti terus membagi tugas sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebagian personel melaksanakan pengadukan material semen, sementara personel lainnya mengerjakan pemasangan bata dan pengecoran sloof.
Pembagian tugas tersebut dilakukan untuk menjaga ritme pekerjaan agar tetap berjalan efektif dan progres pembangunan dapat terus meningkat.
Semangat kebersamaan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyelesaian sasaran.
Dengan kekompakan antarpersonel, pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan waktu dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, koordinasi yang baik di lapangan juga terus dilakukan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Kapten Inf Dwi Santosa menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat akan terus bekerja secara optimal hingga sasaran pembangunan MCK di lokasi tersebut dapat diselesaikan.
Menjelang penutupan TMMD, setiap waktu yang tersedia akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengejar target penyelesaian seluruh pekerjaan.
“Seluruh personel akan terus bekerja maksimal sampai batas waktu yang telah ditentukan. Kita akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan tetap menjaga kekompakan dan semangat gotong royong. Harapannya, sasaran pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lhok Panah,” katanya.
Program TMMD ke-129 Reguler di Desa Lhok Panah sendiri merupakan salah satu bentuk nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.
Melalui kegiatan tersebut, TNI tidak hanya melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan serta partisipasi masyarakat dalam membangun desanya.
Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional antara TNI dan rakyat.
Selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan dilakukan dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pembangunan MCK pada sasaran 4 dan 5 di Desa Lhok Panah diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, khususnya dalam mendukung tersedianya fasilitas sanitasi yang lebih layak.
Dengan adanya sarana tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Menjelang penutupan TMMD ke-129 Reguler pada 13 Agustus 2026, Koramil 12/Sakti bersama Satgas TMMD akan terus memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Setiap perkembangan pekerjaan terus dipantau agar seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Semangat pantang menyerah dan kerja keras yang ditunjukkan personel di lapangan menjadi bukti bahwa program TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan kerja keras, koordinasi, dan semangat gotong royong yang terus dipelihara, diharapkan seluruh sasaran TMMD ke-129 Reguler di Desa Lhok Panah dapat rampung sesuai jadwal dan memberikan manfaat yang nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pidie.[]
