Mahasiswa KKN Tematik Literasi 20 USK Latih Anak Gampong Lamsod Memahami Bacaan Lewat Program Menulis Kembali Isi Buku

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Besar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi (LT) 20 Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar program penguatan literasi bagi anak-anak melalui kegiatan Menulis Kembali Isi Buku Bacaan di Perpustakaan Rumoh Warga Carong, Gampong Lamsod, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan memahami bacaan sekaligus mengasah keterampilan berpikir kritis dan menulis anak-anak melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta terlebih dahulu memilih dan membaca buku cerita yang tersedia di perpustakaan. 

Setelah selesai membaca, mereka tidak hanya diminta menceritakan kembali isi buku, tetapi juga menganalisis unsur-unsur penting dalam cerita.

Mahasiswa KKN membimbing anak-anak untuk menuliskan tema, tokoh, latar, alur, pesan moral, hingga bagian yang paling menarik dari buku yang telah dibaca menggunakan bahasa mereka sendiri. 

Melalui metode tersebut, peserta diajak memahami isi bacaan secara lebih mendalam, bukan sekadar mengingat alur cerita.

Selain itu, anak-anak juga belajar mengidentifikasi unsur-unsur pembangun cerita, menyampaikan pendapat, serta menuangkan hasil pemahaman ke dalam tulisan yang runtut dan mudah dipahami.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada setiap peserta, mulai dari proses membaca, memahami isi cerita, mengenali unsur intrinsik, hingga membantu menjelaskan bagian-bagian yang masih sulit dipahami.

Ketua Kelompok KKN Tematik Literasi 20 Universitas Syiah Kuala, Winaldi, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk membiasakan anak-anak membaca secara aktif sehingga mampu memahami makna yang terkandung dalam setiap bacaan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan secara lebih mendalam. Dengan menuliskan tema, tokoh, latar, alur, pesan moral, hingga bagian yang paling menarik menurut mereka, anak-anak dilatih untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan kemampuan menulis sejak dini," ujarnya.

Program ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Anak-anak tampak bersemangat membaca buku pilihan mereka, kemudian menuangkan hasil pemahaman ke dalam lembar kerja yang telah disiapkan. 

Suasana belajar yang interaktif juga membuat mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai isi cerita.

Melalui program Menulis Kembali Isi Buku Bacaan, Mahasiswa KKN Tematik Literasi 20 USK berharap Perpustakaan Rumoh Warga Carong terus menjadi ruang belajar yang aktif dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan anak-anak. 

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kemampuan memahami, menganalisis, serta mengomunikasikan isi bacaan dengan baik.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini