Koramil 12/ Sakti : Tradisi Gotong Royong, Perekat Solidaritas dan Upaya Menjaga Lingkungan di Aceh

Editor: Syarkawi author photo

 


Pidie - Kamis (9 Januari 2025) Budaya gotong royong telah menjadi salah satu warisan luhur masyarakat Aceh yang harus terus dijaga dan dilestarikan. 

Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki, merawat, dan membangun fasilitas umum di desa, seperti jalan serta halaman sekitar.

Hal tersebut terlihat jelas di Desa (Gampong) Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, di mana masyarakat bersama Babinsa Koramil 12/Sakti, Serka T. Effendy, melaksanakan kegiatan gotong royong pada Kamis (9/1). Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan.

Serka T. Effendy menjelaskan, kegiatan gotong royong membawa berbagai manfaat bagi masyarakat. "Dengan gotong royong, jalan-jalan desa dapat terawat, diperbaiki, dan dipelihara secara berkala. Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki dan solidaritas masyarakat terhadap infrastruktur desa," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa gotong royong menjadi sarana untuk meningkatkan silaturahmi antarwarga dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. "Ini adalah langkah nyata untuk mempererat hubungan sosial, menciptakan lingkungan bersih dan nyaman, serta meningkatkan kualitas infrastruktur desa," tegasnya.

Dalam kegiatan kali ini, masyarakat membersihkan sampah, memangkas semak belukar, dan merapikan ilalang di sepanjang jalan desa. Langkah sederhana ini memberikan dampak besar dalam menjaga estetika dan fungsi jalan desa.

Koramil 12/Sakti, melalui Babinsa, berharap tradisi positif ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. "Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kami ingin kegiatan ini menjadi budaya yang melekat, tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan," tutup Serka T. Effendy.

Kegiatan gotong royong ini adalah refleksi nyata dari kekuatan masyarakat Aceh dalam menjaga tradisi, lingkungan, dan kebersamaan yang menjadi modal sosial bagi kemajuan desa.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini