Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM secara resmi membuka kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Aceh ke-XXXIII tahun 2025 yang berlangsung di SMK Negeri 2 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Aceh Barat, Sabtu, 14/06/2025.
Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM secara resmi membuka kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Aceh ke-XXXIII tahun 2025 yang berlangsung di SMK Negeri 2 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan bergengsi ini digelar sejak 14 hingga 17 Juni dan diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari berbagai SMK se-Aceh. Aceh Barat, Sabtu, 14/06/2025.
Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia menyoroti perlunya reformasi sistem pendidikan yang berorientasi pada karakter, keterampilan (soft skill), dan kedisiplinan siswa, agar mampu bersaing di era digital dan global.
"Negara yang maju adalah negara yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Jepang dan beberapa negara lain telah membuktikan bahwa kualitas SDM terbentuk dari sejak pendidikan usia dini. Kita harus berani melakukan perubahan signifikan," ujar Tarmizi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat atas dedikasi dan kinerjanya yang luar biasa selama ini, bahkan menyarankan agar yang bersangkutan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi di tingkat provinsi.
Perhatian Serius terhadap Guru dan Kepala Sekolah
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Aceh Barat telah meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan uji kompetensi calon kepala sekolah, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari seleksi. Selain itu, guru-guru diwajibkan bersikap profesional dan menjadi teladan, termasuk larangan merokok di lingkungan sekolah.

"Guru harus menjadi figur yang menginspirasi, dan kami sudah buat aturan tegas: tidak boleh merokok di sekolah. Di luar sekolah silakan, tapi di sekolah harus jadi contoh," katanya tegas.
Tarmizi juga mengangkat keprihatinan atas maraknya pengaruh negatif seperti narkoba dan judi online yang telah menyasar usia pelajar, bahkan hingga tingkat SD. Ia menyebutkan bahwa LKS ini harus menjadi wadah positif untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter pelajar, sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh buruk.
Dalam sambutannya Bupati turut memaparkan tantangan ekonomi Aceh Barat, termasuk angka pengangguran yang mencapai sekitar 5.000 orang dan tingkat kemiskinan 17,6%. Solusinya, menurut Tarmizi, adalah dengan menciptakan lapangan kerja berbasis potensi lokal. Ia mendorong pemanfaatan dana CSR perusahaan untuk membangun ekonomi daerah, seperti sektor peternakan dan pertanian agar perputaran ekonomi tetap berada di wilayah Aceh Barat.
"Jika kita bisa produksi telur dan daging sendiri, maka uangnya tidak perlu keluar ke Sumut. Kita harus berdikari di sektor pangan," tambahnya.
Dukungan Penuh terhadap LKS dan Pendidikan SMK
Tarmizi menyampaikan bahwa LKS SMK adalah salah satu bentuk nyata pembinaan siswa untuk masa depan yang lebih baik. Ia berharap kegiatan ini mampu menghasilkan lulusan SMK yang siap kerja dan berdaya saing tinggi, bukan sekadar menambah angka pengangguran.

"Target kita, 80% alumni SMK di Aceh bisa langsung terserap di dunia kerja. Inilah semangat yang ingin kami tanamkan," pungkasnya.
Sebagai penutup, Bupati Tarmizi secara resmi membuka kegiatan LKS SMK Tingkat Provinsi Aceh ke-XXXIII dan mengajak semua pihak untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Barat secara objektif dan profesional.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, panitia, dewan juri baik pusat maupun daerah dan masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan LKS tahun ini.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, panitia pelaksana, dan masyarakat Aceh Barat yang begitu luar biasa mendukung kegiatan LKS ini. Ini adalah momen penting untuk menunjukkan kualitas pendidikan vokasi di Aceh," ujar Marthunis.
Marthunis mengungkapkan bahwa kegiatan LKS tidak sekadar perlombaan, tetapi memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai barometer kompetensi siswa vokasi di Aceh yang telah melewati seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota.
"LKS adalah pembuktian kualitas siswa vokasi kita. Pemenangnya akan lanjut ke tingkat nasional di Jakarta pada akhir Agustus dan berpotensi mewakili Indonesia di ajang internasional," ungkapnya.
Kedua, LKS menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, terutama siswa SD dan SMP yang menyaksikan langsung hasil karya para peserta.
Ketiga, LKS berfungsi sebagai ajang promosi tenaga kerja vokasi kepada dunia industri. Melalui karya-karya peserta, perusahaan dapat menilai langsung kemampuan siswa SMK di Aceh.
"Kami harapkan pihak dunia usaha dan industri (DUDIKA) bisa menjalin kemitraan konkret, karena lulusan SMK hari ini adalah calon tenaga kerja unggul di masa depan," tegas Marthunis.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh juga menyampaikan rencana pembinaan lanjutan bagi para juara LKS, termasuk pelatihan kepemimpinan agar siswa tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap bersaing secara mental dan karakter.

"Kami mohon dukungan penuh dari kepala daerah dan DUDIKA agar setelah LKS ini selesai, dilakukan pembinaan berkelanjutan. Target kita realistis: Aceh masuk tiga besar nasional tahun ini," katanya optimis.
Ia menutup sambutannya dengan penegasan bahwa penilaian dalam LKS harus dilakukan secara objektif dan adil. Tidak ada "titipan" dalam proses seleksi. Setiap pemenang harus benar-benar merupakan siswa yang berprestasi dan layak mewakili Aceh ke tingkat nasional, berdasarkan hasil nyata dari lomba di hadapan dewan juri. Ia juga mengingatkan agar seluruh dewan juri menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan transparan dalam menilai kemampuan peserta di setiap cabang lomba.
Ketua Pelaksana, Abd Azis, SE., M.Si., melaporkan bahwa LKS SMK ke-XXXIII jenjang SMK tahun 2025 akan mempertandingkan 20 cabang lomba yang tersebar di beberapa lokasi di Meulaboh dan sekitarnya.
"Cabang lomba tersebut meliputi bidang Teknologi Desain Grafis, Teknologi Informasi Sistem Administrasi Jaringan, Marketing Digital, Teknik Instalasi Kelistrikan, Teknik Tata Udara dan Pendingin, Pengelasan, Teknologi Otomotif Mobil, Farmasi, Penataan Rambut, Teknologi Mode, serta layanan perhotelan seperti Hotel Resepsionis dan Pelayanan Restoran," ujar Abd Azis.
Lomba ini diikuti oleh 266 peserta dari 23 kabupaten/kota di wilayah Aceh dan berlangsung pada tanggal 14 hingga 17 Juni 2025. Kegiatan dilaksanakan di beberapa lokasi, yaitu SMKN 1 Meulaboh, SMKN 2 Meulaboh, SMKN 3 Meulaboh, SMKN 1 Teunom, serta Parkside Meuligoe Hotel di Kabupaten Aceh Barat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Meulaboh menegaskan bahwa LKS SMK merupakan kegiatan esensial dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan siswa sebagai bekal utama menghadapi dunia kerja dan persaingan global. Selain sebagai evaluasi mutu pendidikan vokasi, kegiatan ini juga mendorong sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia industri demi menciptakan tenaga kerja terampil yang siap pakai.

"Diharapkan dengan terselenggaranya LKS SMK ke-XXXIII ini, daya saing lulusan SMK semakin meningkat serta menjadi ajang pembuktian kemampuan dan inovasi siswa dalam bidang keahlian masing-masing," harap Abd Azis.[]