Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), mengikuti Video Conference (Vicon) yang diselenggarakan oleh Markas Besar TNI dalam rangka pembentukan Satgas Gugus Tugas Kedaulatan Pangan TNI.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pusat Komando dan Pengendalian Operasi (Puskodalops) Kodam IM, Banda Aceh, Sabtu (26/7/2025) dan diikuti serentak oleh seluruh jajaran Kodam di Indonesia.
Vicon dipimpin langsung oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., yang menyampaikan arahan agar seluruh satuan TNI aktif dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Menurutnya, pembentukan Satgas ini merupakan langkah strategis TNI dalam menghadapi ancaman krisis pangan global dan memperkuat sistem produksi serta distribusi pangan nasional.
“Ketahanan pangan adalah bagian integral dari ketahanan nasional. TNI harus menjadi bagian dari solusi, terutama di wilayah yang memiliki potensi pertanian namun belum dimanfaatkan optimal,” tegas Mayjen Gabriel Lema.
Ia menekankan bahwa strategi ini harus terintegrasi, melibatkan seluruh elemen bangsa, dengan TNI sebagai motor sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Pangdam IM menegaskan komitmennya bahwa Kodam IM siap mendukung penuh pelaksanaan program ini di Aceh.
Jajaran Kodam telah diperintahkan untuk berkoordinasi aktif dengan pemerintah daerah, Dinas Pertanian, serta para pemangku kepentingan lainnya guna memetakan potensi lahan tidur dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kodam IM siap menjadi pelopor pengelolaan lahan secara produktif sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap kesejahteraan petani lokal,” ujar Mayjen Niko Fahrizal.
Ia menambahkan bahwa pelibatan TNI dalam program ini juga merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam mendukung pembangunan nasional di sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Kodam IM melihat program Satgas ini sangat relevan dengan kondisi wilayah Aceh yang memiliki potensi sumber daya alam dan pertanian yang besar namun belum tergarap secara maksimal.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Vicon juga diisi dengan sesi diskusi teknis antara Mabes TNI dan pimpinan Kodam terkait tahapan pelaksanaan, sistem pelaporan, serta evaluasi berkala. Masing-masing Kodam diberi kesempatan menyampaikan rencana implementasi di wilayah masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, Kodam IM akan segera menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama jajaran Korem, Kodim, dan instansi terkait di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk menyusun roadmap implementasi Satgas Kedaulatan Pangan di Aceh.
Turut mendampingi Pangdam IM dalam kegiatan ini antara lain Kasdam IM, Asintel, Asops, Aster Kasdam IM, dan Dandeninteldam IM.[]
