Mataram, NTB – Operasi Patuh Rinjani 2025 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Mataram masih berlangsung dan dijadwalkan berakhir pada 27 Juli mendatang. Selama pelaksanaan operasi, jajaran Sat Lantas terus menggencarkan berbagai upaya guna menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas di wilayah hukum Polresta Mataram.
Kasat Lantas Polresta Mataram, Kompol Yozana Fajri Sidik AF, S.I.K., M.H., C.PHr., menyampaikan bahwa hingga hari ke-11 pelaksanaan, pihaknya terus aktif melakukan berbagai langkah, mulai dari tindakan preventif, preemtif, hingga represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara kasat mata.
"Operasi Patuh ini bukan hanya soal penindakan, tetapi juga soal edukasi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas agar tercipta keselamatan bersama," ujar Kompol Yozana, Jumat (25/07/2025).
Menariknya, dalam pelaksanaan tahun ini, Sat Lantas Polresta Mataram menerapkan pendekatan humanis. Anak-anak yang kedapatan tidak memakai helm saat dibonceng orang tuanya diberi helm gratis sebagai bentuk edukasi langsung kepada orang tua. Sementara anak-anak yang menunjukkan perilaku tertib berlalu lintas mendapat hadiah berupa snack atau makanan ringan seperti cokelat.
“Kami memberikan helm kepada anak-anak yang belum memakai helm sebagai bentuk perhatian kepada keselamatan mereka. Sedangkan yang sudah tertib kami beri reward agar tertanam kebiasaan baik sejak dini,” jelasnya.
Langkah ini dinilai sebagai pendekatan inovatif dan persuasif dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan anak-anak.
Dengan kombinasi antara tindakan tegas dan edukasi yang menyentuh sisi emosional, Operasi Patuh Rinjani 2025 diharapkan mampu membawa perubahan perilaku yang signifikan dalam budaya berlalu lintas masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya. []
