Aceh Utara — Kecamatan Langkahan menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Aceh Utara yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Hingga kini, sisa material banjir berupa lumpur yang mengering masih ditemukan di sejumlah titik, terutama di badan dan bahu jalan umum.
Kondisi tersebut terlihat di Desa Lubok Pusaka, di mana aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat jalan yang licin dan sulit dilalui. Untuk mempercepat pemulihan, Polri terus melakukan upaya pembersihan secara berkelanjutan.
Pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 09.50 WIB, satu unit alat berat berupa beko milik Polri dikerahkan untuk membersihkan material lumpur di bahu jalan depan Masjid Asyakirin, Dusun Bidar, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan pengerahan alat berat tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam mempercepat pemulihan sarana dan prasarana umum.
“Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan beko Polri agar akses jalan kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” ujar Joko Krisdiyanto.
Ia menjelaskan, keberadaan lumpur yang cukup tebal di ruas jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Kegiatan pembersihan melibatkan personel Polri yang bersinergi dengan instansi terkait serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak banjir di wilayah Langkahan.
Dengan pembersihan yang dilakukan secara kontinu, Polri berharap kondisi lingkungan dan akses jalan di Kecamatan Langkahan segera pulih sepenuhnya, sehingga roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.[]
