Istri Ulama Kharismatik Tu Min Blang Bladeh Wafat di Bireuen

Editor: Syarkawi author photo

 

Almarhumah Umi Mujahidah, istri almarhum Teungku Muhammad Amin (Tu Min) Blang Bladeh, sosok pendamping ulama yang setia dan penuh keteladanan.

Bireuen — Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Bireuen. Umi Mujahidah binti Teungku Husin, istri dari almarhum Teungku Muhammad Amin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tu Min Blang Bladeh, wafat pada Ahad, 18 Januari 2026.

Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.10 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya kalangan dayah dan santri yang mengenalnya sebagai sosok pendamping ulama yang penuh keteladanan.

Umi Mujahidah dikenal sebagai istri setia Abu Muhammad Amin (Tu Min), seorang ulama kharismatik yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri dalam syiar dan pendidikan Islam di Aceh. Kiprah Tu Min Blang Bladeh sangat lekat dengan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Selama puluhan tahun, almarhumah senantiasa mendampingi sang suami dalam perjuangan dakwah dan pengabdian kepada umat. Perannya tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan dayah, baik dalam mendukung aktivitas pendidikan, pembinaan santri, maupun pelayanan sosial keagamaan.

Tu Min dan Umi Mujahidah melangsungkan pernikahan pada tahun 1964 di Bireuen. Dari pernikahan tersebut, Allah SWT menganugerahkan enam orang putra dan putri, yakni Khairiyah Faridah, Amirullah Syahirman, Haidar Syahminar, Muhammad, Khadijatul Mutsanna, dan Marhaban Isyatul Mardhiah.

Kepergian Umi Mujahidah juga mengingatkan masyarakat pada wafatnya Tu Min Blang Bladeh yang lebih dahulu berpulang pada 27 September 2022. Sejak kepergian sang ulama, almarhumah tetap dikenang sebagai figur ibu yang sabar, rendah hati, serta konsisten menjaga nilai-nilai keilmuan dan keikhlasan yang diwariskan suaminya.

Di mata masyarakat Bireuen, Umi Mujahidah dikenal sebagai pribadi sederhana, lembut, dan penuh kasih sayang. Kehadirannya menjadi sumber ketenangan bagi keluarga besar dayah serta warga sekitar Blang Bladeh.

Kepergian almarhumah meninggalkan jejak keteladanan yang mendalam. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan peran besarnya dalam mendampingi perjuangan seorang ulama besar Aceh.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (**)

Share:
Komentar

Berita Terkini