Perkuat Ketahanan Pangan, Wali Kota Sabang Dorong Gampong Manfaatkan Lahan Pertanian

Editor: Syarkawi author photo

 


Sabang — Pemerintah Kota Sabang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, mendorong seluruh gampong untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian sebagai fondasi kemandirian pangan daerah, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota saat melakukan penanaman perdana program ketahanan pangan di lahan BUMDes Mandiri Gampong Paya Seunara. 

Ia menegaskan, program ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia yang wajib dilaksanakan secara kolaboratif oleh pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta unsur TNI dan Polri.

Sebagai daerah kepulauan, Sabang selama ini masih bergantung pada pasokan pangan dari daratan melalui jalur transportasi laut. 

Kondisi tersebut, menurut Wali Kota, menuntut langkah antisipatif dan perencanaan jangka panjang agar Sabang mampu lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota Sabang menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk menyediakan lahan sekitar 200 hektare yang dapat dimanfaatkan oleh petani dari seluruh gampong di Kota Sabang. 

Lahan tersebut direncanakan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat dari 18 gampong yang ada.

“Kita sangat membutuhkan lahan untuk memperkuat ketahanan pangan. Karena itu, kami meminta BPKS turut mendukung dengan menyediakan lahan yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Sabang harus siap dan memiliki visi ke depan. Walaupun pasokan dari daratan tetap ada, kemandirian pangan harus mulai dibangun sejak sekarang,” tegas Wali Kota, Kamis (22/1).

Terkait dukungan pemerintah daerah, Wali Kota memastikan ketersediaan anggaran serta sarana dan prasarana pendukung program ketahanan pangan. 

Program ini tidak hanya difokuskan di Gampong Paya Seunara, tetapi akan diperluas ke seluruh gampong yang menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi.

“Masyarakat harus memiliki pola pikir jangka panjang dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk potensi gangguan distribusi pangan. Karena itu, kesiapan pangan harus dibangun sejak dini dan terus didorong dengan motivasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan tersebut. 

Pendampingan meliputi penyediaan pupuk, penguatan kapasitas petani, serta dukungan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Pada tahap awal, komoditas yang ditanam didominasi jagung dan padi gogo. Meski kebutuhan pangan Sabang belum bisa dipenuhi sepenuhnya dari produksi lokal, setidaknya 50 persen kebutuhan dapat dipenuhi melalui program ini. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama saat distribusi pangan dari daratan mengalami kendala,” jelasnya.

Dari tingkat gampong, Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab, menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias mendukung program ketahanan pangan dengan terlibat langsung dalam pengelolaannya. Saat ini tersedia lahan sekitar 2 hingga 2,5 hektare, dengan sekitar 1 hektare telah dimanfaatkan.

Meski pada tahap awal masih menghadapi kendala perencanaan dan kondisi lahan yang berbatu, pihak gampong optimistis hal tersebut dapat diatasi secara bertahap, termasuk melalui penggunaan alat berat bila diperlukan.

“Program ini sudah lama kami harapkan. Ke depan, lahan akan terus dikembangkan agar bersifat permanen dan berkelanjutan. Setelah panen, batu-batu akan dipindahkan untuk memperluas lahan. Program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran ketahanan pangan serta gotong royong masyarakat,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini