Polri Gerak Cepat Evakuasi Korban Kecelakaan Kerja Akibat Longsor di Sarolangun

Editor: Syarkawi author photo

 


SAROLANGUN — Kecelakaan kerja akibat longsor kembali terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Selasa (20/1/2026). 

Insiden tersebut menimpa sejumlah warga yang tengah beraktivitas dan mengakibatkan korban jiwa.

Peristiwa longsor diduga dipicu runtuhnya tebing tanah galian akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan struktur galian tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk dan menimbun warga yang berada di bawahnya.

Lokasi kecelakaan kerja berada di lahan milik seorang warga berinisial I, yang berdomisili di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Akibat kejadian itu, tercatat delapan orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia diketahui berasal dari Dusun Mengkadai serta seorang warga Desa Lubuk Sayak atas nama Airil Anuar. Sementara beberapa korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas oleh petugas. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar juga berasal dari Desa Lubuk Sayak.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja yang diduga kuat dipicu faktor alam.

“Kejadian ini diduga akibat longsornya tebing galian tambang yang dipicu hujan deras sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Hingga saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Erlan Munaji.

Ia menambahkan, pasca kejadian Polda Jambi langsung menerjunkan Unit SAR Brimob dan Unit K-9 Ditsamapta untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

Selain itu, tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel juga dikerahkan, terdiri dari 12 personel Sat Brimob Polda Jambi, 58 personel Polres Sarolangun, 10 personel Polsek Limun, 15 personel BPBD, 15 personel Satpol PP, dan 13 personel Damkar.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk melakukan evakuasi lanjutan serta memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Selain itu, kami juga akan melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Polda Jambi mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, serta dapat menimbulkan dampak hukum dan kerusakan lingkungan di kemudian hari.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini