![]() |
BANDA ACEH — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi membuka Program Studi (Prodi) Sejarah mulai tahun akademik 2026.
Sebagai program studi baru, Prodi Sejarah ISBI Aceh hadir dengan kekhasan kajian yang berfokus pada sejarah agraris dan bahari Aceh, termasuk sejarah pelayaran, perdagangan, maritim, serta pertanian masyarakat Aceh.
Fokus kajian tersebut dipilih karena Aceh memiliki sejarah panjang sebagai wilayah agro-maritim yang berperan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran dunia, khususnya pada masa Kesultanan Aceh Darussalam. Pada masa itu, Aceh dikenal sebagai pusat perdagangan, pertanian, pelayaran, dan peradaban Islam di kawasan Samudra Hindia.
Jejak sejarah tersebut hingga kini masih dapat ditelusuri melalui tradisi masyarakat, manuskrip kuno, peninggalan pelabuhan, serta praktik budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Aceh.
Koordinator Program Studi Sejarah ISBI Aceh, Handoko, M.A., menjelaskan bahwa Prodi Sejarah ISBI Aceh tidak hanya mengajarkan peristiwa masa lalu, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis dan visioner bagi mahasiswa.
“Sejarah kami posisikan sebagai alat berpikir. Mahasiswa dilatih menelaah fakta dan peristiwa masa lalu secara kritis, lalu menarik pelajaran untuk membaca tantangan masa depan. Fokus agro-maritim Aceh menjadi kekuatan utama prodi ini,” ujar Handoko.
Menurutnya, kajian sejarah di ISBI Aceh didukung pendekatan multidisipliner rumpun ilmu sosial dan humaniora, sehingga mahasiswa mampu memahami keterkaitan sejarah dengan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan seni.
Pendekatan tersebut juga membuka prospek lulusan yang luas, antara lain sebagai peneliti sejarah, pendidik, penulis, kurator museum, arsiparis, peneliti manuskrip, tenaga ahli kebudayaan, hingga pendamping komunitas agraris dan bahari.
Sementara itu, Korpus Humas dan Kerja Sama ISBI Aceh, Achmad Zaki, menyampaikan bahwa Prodi Sejarah ISBI Aceh siap menerima mahasiswa baru tahun 2026 melalui jalur seleksi nasional.
“Ini bukan sekadar kuliah sejarah, tetapi upaya merawat ingatan kolektif Aceh. Prodi Sejarah ISBI Aceh kami hadirkan untuk generasi muda Aceh yang ingin memahami jati diri daerahnya dan mengembangkannya secara ilmiah,” ujarnya.
Terkait penerimaan mahasiswa baru, ISBI Aceh mengikuti mekanisme Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Tahapan SNPMB diawali dengan pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025, dilanjutkan masa sanggah hingga 15 Januari 2026. Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) berlangsung pada 5 Januari–2 Februari 2026.
Pendaftaran jalur prestasi SNBP dibuka pada 3–18 Februari 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 31 Maret 2026. Sementara jalur tes SNBT meliputi pendaftaran UTBK pada 25 Maret–7 April 2026, pelaksanaan ujian pada 21–30 April 2026, dan pengumuman hasil pada 25 Mei 2026.
Dengan dibukanya Prodi Sejarah berfokus agro-maritim ini, ISBI Aceh berharap dapat melahirkan generasi sejarawan muda yang tidak hanya memahami masa lalu Aceh, tetapi juga mampu menjadikannya pijakan untuk membangun masa depan daerah. (ra)
Sumber: harianrakyataceh.com
