Kota Jantho — Produk kerajinan berbasis ecoprint dari UMKM “Sioen Ija Ecoprint” asal Kabupaten Aceh Besar kian diminati wisatawan mancanegara. Keunikan motif alami dan proses produksi yang ramah lingkungan menjadikan produk ini sebagai salah satu cendera mata favorit turis asing yang berkunjung ke kawasan wisata Lampuuk, Kecamatan Lhoknga.
UMKM yang berlokasi di Gampong Meunasah Baro, Kemukiman Lampuuk tersebut dikelola oleh Nurul Fahmi (39). Ia mengungkapkan, produknya telah menarik minat wisatawan dari berbagai negara, seperti Prancis dan Kanada, bahkan sejumlah negara lainnya.
“Wisatawan mancanegara memang cenderung menyukai produk kerajinan tangan, apalagi yang berbahan alami dan dikerjakan dengan proses tradisional. Sejumlah turis dari Prancis, Kanada, dan beberapa negara lain datang langsung dan membeli produk ecoprint kami,” ujar Nurul Fahmi di Lampuuk, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, produk ecoprint yang dihasilkan berupa kain dengan motif alami dari dedaunan dan bunga, yang dicetak menggunakan teknik ramah lingkungan. Harga produk berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp800 ribu per lembar, tergantung ukuran dan motif kain.
“Untuk saat ini harga masih di kisaran Rp300 ribu hingga Rp800 ribu. Jika ke depan produksi semakin meningkat, tidak menutup kemungkinan harga bisa lebih terjangkau,” katanya.
Dalam menjalankan usahanya, Sioen Ija Ecoprint melibatkan sekitar 16 orang tenaga kerja produksi. Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang, baik dari dalam maupun luar negeri, Nurul berencana memperluas jenis produk mulai tahun ini.
“Insya Allah tahun ini kami mulai memproduksi tote bag dan pakaian berbahan kain ecoprint. Permintaan untuk produk jadi seperti baju sudah mulai datang, sehingga kami mencoba mengembangkan lini produksi,” ungkapnya.
Ecoprint sendiri merupakan teknik seni cetak pada tekstil dengan memanfaatkan unsur-unsur alam, seperti daun dan bunga, yang menghasilkan motif unik sesuai bentuk dan warna aslinya. Proses ini tidak menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga lebih ramah lingkungan.
Keberhasilan UMKM Sioen Ija Ecoprint menembus pasar wisatawan mancanegara menjadi bukti bahwa produk lokal Aceh Besar memiliki daya saing global, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan berbasis kearifan lokal. (**)
