TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Burlah, Aceh Tengah

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tengah — Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak tanah longsor dan banjir bandang di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (16/1/2026).

Sebagai respons cepat atas bencana yang menyebabkan terputusnya akses transportasi antar desa, Satgas Gulbencal TNI melaksanakan kegiatan fisik berupa pembangunan jembatan darurat. Jembatan tersebut menjadi sarana vital bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Satgas Gulbencal yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas personel Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, serta Yon Zipur 6/Satya Digdaya. 

Pembangunan jembatan darurat difokuskan pada jalur penghubung Desa Burlah dengan sejumlah desa lainnya, yakni Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, dan Desa Bintang Pepara, yang merupakan akses utama masyarakat dalam menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, distribusi logistik, serta pelayanan kesehatan.

Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan darurat telah mencapai sekitar 75 persen. Dalam pelaksanaannya, personel TNI didukung alat berat untuk membuka dan membentuk badan jalan darurat, sekaligus mempercepat pengerjaan konstruksi jembatan. 

Selain itu, dilakukan penyetelan dan pemasangan papan lantai jembatan agar segera dapat difungsikan.

Adapun kekuatan personel yang terlibat meliputi personel Kodim 0106/Aceh Tengah serta 31 personel dari Yon Zipur 6/Satya Digdaya. 

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat yang secara sukarela membantu di lapangan sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam proses pengerjaan, Satgas Gulbencal menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi batu cadas yang cukup keras pada lokasi pembukaan jalan darurat sehingga membutuhkan tenaga dan waktu ekstra. 

Meski demikian, berkat koordinasi yang baik serta semangat kebersamaan antara personel TNI dan warga, pembangunan jembatan darurat tetap berjalan sesuai rencana.

Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan segera rampung agar akses transportasi dan mobilitas masyarakat antar desa kembali normal. Dengan pulihnya akses tersebut, proses pemulihan sosial dan ekonomi warga pascabencana diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.

TNI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi darurat sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat. 

Kehadiran Satgas Gulbencal menjadi wujud nyata peran TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana alam.

Apresiasi pun disampaikan masyarakat setempat. Abdul Rahman (45), warga Desa Burlah, mengungkapkan rasa terima kasih atas upaya yang dilakukan TNI. 

Menurutnya, pembangunan jembatan darurat tersebut sangat membantu warga yang selama ini kesulitan beraktivitas. Ia berharap jembatan dapat segera selesai agar distribusi hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari masyarakat kembali lancar.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini