Pidie – Dalam rangka mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat, Babinsa Koramil 07/Simpang Tiga Kodim 0102/Pidie, Serda Aris Munandar melaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga desa binaan di Desa Ceurucok Sagoe, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat yang secara bersama-sama membersihkan lingkungan desa serta melakukan penataan fasilitas umum.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.
Serda Aris Munandar menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Selain membantu meringankan pekerjaan warga, kegiatan ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi budaya bangsa.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman,” ujar Serda Aris Munandar.
Selain itu, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan serta berperan aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas wilayah.
Warga Desa Ceurucok Sagoe menyambut baik kegiatan gotong royong yang dilaksanakan Babinsa dan mengapresiasi kehadiran serta kepedulian TNI di tengah-tengah masyarakat.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin guna mempererat kebersamaan dan solidaritas antarwarga.
Dengan terlaksananya kegiatan gotong royong ini, Koramil 07/Simpang Tiga Kodim 0102/Pidie menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi ketahanan wilayah.[]
