ACEH BESAR – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Lhoknga, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik tajhizul jenazah (pengurusan jenazah) kepada siswa SMA Fajar Hidayah, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sekolah yang beralamat di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah.
Kepala SMA Fajar Hidayah, Afwadi, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang dinilai bermanfaat bagi para siswa.
Dalam pemaparannya, Serda Hazami menjelaskan bahwa tajhizul jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam.
Jika telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugur kewajiban bagi yang lainnya. Meski demikian, menurutnya, setiap muslim perlu memahami tata cara pengurusan jenazah agar dapat melaksanakannya sesuai tuntunan syariat.
Ia menguraikan empat tahapan utama dalam pengurusan jenazah. Pertama, memandikan jenazah dengan membersihkan seluruh tubuh dari hadas dan najis, sembari menjaga aurat, yang dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya.
Kedua, mengkafani jenazah menggunakan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, minimal menutup aurat.
Ketiga, menshalatkan jenazah dengan empat kali takbir tanpa ruku dan sujud, yang dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah.
Keempat, menguburkan jenazah dengan meletakkannya di liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Selain penyampaian teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung menggunakan alat peraga.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan Kodim 0101/KBA dalam membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam serta mampu mengimplementasikannya di tengah masyarakat.[]
