Dishub Aceh Raih Tiga Penghargaan Anugerah Inovasi Aceh 2025, Trans Koetaradja Terbaik

Editor: Syarkawi author photo

 

Plh Kepala Bappeda Aceh Zulkifli menyerahkan penghargaan Anugerah Inovasi Aceh 2025 kepada Dinas Perhubungan Aceh atas capaian tiga kategori penghargaan, termasuk Inovasi Aceh Terbaik melalui Aplikasi Trans Koetaradja, Kamis (5/2/2026).

Banda Aceh — Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi dengan meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2025. 

Salah satu inovasi unggulannya, Aplikasi Trans Koetaradja, dinobatkan sebagai Inovasi Aceh Terbaik 2025 karena dinilai memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dalam mengakses layanan transportasi publik.

Dalam ajang tersebut, Dishub Aceh tercatat memiliki sembilan inovasi, yakni Aplikasi Trans Koetaradja, Vessel, Infokeu, E-Survey, Donorhub, Simpel Link, Sikotakbiru, Serupa, dan Trans Campus. Capaian ini menempatkan Dishub Aceh sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dengan jumlah inovasi terbanyak di lingkungan Pemerintah Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Zulkifli, mewakili Sekretaris Daerah Aceh, Kamis (5 Februari 2026).

Zulkifli menjelaskan, seharusnya penyerahan Anugerah Inovasi Aceh dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh pada akhir tahun 2025 lalu. Namun, karena adanya kondisi bencana, kegiatan seremonial tersebut ditiadakan.

“Dalam situasi bencana, penyerahan penghargaan dilakukan secara parsial dengan mendatangi langsung SKPA penerima penghargaan. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi makna dan apresiasi Pemerintah Aceh terhadap inovasi yang telah dihasilkan,” ujar Zulkifli.

Pada Anugerah Inovasi Aceh 2025, Dishub Aceh berhasil meraih tiga kategori penghargaan, yakni peringkat kedua sebagai SKPA dengan jumlah inovasi terbanyak, peringkat ketiga kategori SKPA Sangat Inovatif, serta peringkat pertama kategori Inovasi Aceh Terbaik melalui Aplikasi Trans Koetaradja.

Zulkifli berharap inovasi unggulan seperti Trans Koetaradja dapat terus dikembangkan, terutama dari sisi fitur dan layanan, sehingga semakin memudahkan masyarakat sebagai pengguna transportasi publik.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi pemicu semangat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Dishub Aceh, untuk terus menghadirkan pembaruan dalam pelayanan publik.

“Inovasi tidak harus menunggu anggaran. Tanpa anggaran pun, ASN harus mampu berinovasi. Sekecil apa pun dampaknya bagi peningkatan pelayanan publik, inovasi tersebut sangat bermakna,” tegas Zulkifli yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh. (**)

Share:
Komentar

Berita Terkini