Mahasiswa Fakultas Teknik USK Bangun Desa Tangguh Bencana di Aceh Tengah

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tengah – Sebagai wujud implementasi Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sebanyak 50 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Bangun Desa Tangguh Bencana Berbasis Rehabilitasi Lingkungan dan Edukasi Bencana di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai program studi, yakni Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Pertambangan, Teknik Elektro, serta Perencanaan Wilayah dan Kota. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas disiplin dalam mendukung ketangguhan desa menghadapi potensi bencana.

Desa Genuren merupakan desa binaan Universitas Syiah Kuala sejak tahun 2022 yang berada di bawah pendampingan Departemen Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik USK. 

Oleh karena itu, pelaksanaan program ini menjadi bentuk keberlanjutan kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan ketangguhan desa melalui pendekatan rehabilitasi lingkungan serta peningkatan pemahaman masyarakat terkait mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Kehadiran mahasiswa disambut positif oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Para Dosen Pengawas Lapangan, yakni Ir. Sofyan, M.T. selaku ketua, Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., dan Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T., dalam penyampaiannya kepada Reje atau Kepala Desa Genuren, menegaskan bahwa fokus utama pelaksanaan program kali ini adalah aksi nyata di lapangan.

“Fokus utama kami pada kesempatan ini adalah rehabilitasi lingkungan dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat,” ujar Elysa Wulandari.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil, Farel Kin Ara, menyampaikan komitmen seluruh peserta untuk menjalankan seluruh program kerja yang telah direncanakan.

“Kami selaku mahasiswa akan berusaha semaksimal mungkin untuk menindaklanjuti setiap masukan masyarakat serta melaksanakan seluruh program kerja yang telah disusun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk melaksanakan kegiatan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat setempat.

“Kami akan terus melakukan pendekatan dan menjaga sikap agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” tambah Farel.

Berbagai kegiatan rehabilitasi lingkungan dan edukasi kebencanaan telah dilaksanakan di lapangan. Meski sebagian besar kegiatan dilakukan dengan peralatan sederhana dan mengandalkan tenaga manusia, semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat tetap terjaga. 

Antusiasme kedua belah pihak menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan positif bagi lingkungan desa.

Program Mahasiswa Berdampak ini sejalan dengan tujuan pembelajaran perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang solutif, adaptif, dan inovatif dalam menjawab permasalahan nyata di tengah masyarakat. 

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Genuren, program ini juga memberikan keuntungan akademik bagi mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa memperoleh konversi akademik berupa 2 Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta 2 Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah pilihan, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat dapat berjalan seiring dengan penguatan kompetensi akademik.

Dengan adanya Program Mahasiswa Berdampak ini, diharapkan Desa Genuren dapat berkembang sebagai desa binaan yang lebih tangguh, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang melalui sinergi berkelanjutan antara masyarakat dan Universitas Syiah Kuala.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini