Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar pasar murah bersubsidi sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik selama dua hari, Selasa–Rabu (10–11/2/2026), setelah sebelumnya sukses digelar pada 2–4 Februari 2026.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama di tengah kecenderungan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
“Kita telah melaksanakan pasar murah sejak 2 hingga 4 Februari 2026 dan kembali dilanjutkan pada 10 sampai 11 Februari 2026 di dua titik. Ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat Kota Banda Aceh,” ujar Illiza.
Menurutnya, pasar murah bersubsidi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Menjelang Ramadan, kata Illiza, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat sehingga daya beli masyarakat perlu terus dijaga.
“Pasar murah bersubsidi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Ramadan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan sebanyak 1.300 paket pangan bersubsidi.
Setiap paket dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp163 ribu dan berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta telur ayam satu papan.
Illiza menegaskan, program pasar murah tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi daerah, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program pasar murah tersebut dengan sebaik-baiknya serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya pada momen strategis seperti menjelang hari besar keagamaan. (**)
