Kapolda Aceh Minta Warga Tak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Aman Hingga 26 Hari

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – Kepala Kepolisian Daerah Marzuki Ali Basyah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Ia menegaskan pasokan BBM di wilayah Provinsi Aceh berada dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

Kapolda menjelaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait ketahanan stok 20 hari tidak menunjukkan keterbatasan pasokan. Angka tersebut merupakan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi energi di daerah.

Menurutnya, pihak PT Pertamina (Persero) telah menyampaikan bahwa kapasitas penyimpanan BBM bahkan dapat mencapai sekitar 25 hingga 26 hari kebutuhan. Hal ini memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

“Stok BBM di Aceh dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” ujar Kapolda Aceh, Jumat, 6 Februari 2026.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. 

Selain itu, aparat kepolisian juga meningkatkan pengamanan di sejumlah SPBU serta melakukan patroli rutin guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolda juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, karena tindakan tersebut dapat berpotensi menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa praktik penjualan BBM secara eceran dengan harga tidak wajar merupakan tindakan ilegal. 

Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda hingga Rp60 miliar.

Dengan langkah pengawasan dan koordinasi yang terus dilakukan, diharapkan stabilitas distribusi BBM di Aceh tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini