BANDA ACEH – Suasana malam di Kota Banda Aceh semakin semarak dengan hadirnya Pasar 1001 Malam yang digelar di eks lahan Hotel Atjeh. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 13 Maret tersebut menjadi daya tarik baru bagi masyarakat untuk menikmati suasana Ramadan sekaligus mendukung geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di ibu kota Provinsi Aceh.
Pasar 1001 Malam menghadirkan berbagai stan yang menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner khas Aceh, aneka jajanan berbuka puasa, minuman segar, hingga produk kerajinan tangan dan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Sejak hari pertama dibuka, pasar ini langsung dipadati pengunjung dari berbagai kalangan yang datang bersama keluarga maupun sahabat untuk menikmati suasana malam yang hangat dan meriah.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang produktif bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.
Selain itu, pasar ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan warga kota di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah.
Menurut Illiza, kehadiran Pasar 1001 Malam bukan hanya sekadar tempat berjualan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang dapat memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang terus berupaya mengembangkan usahanya. Selain itu, Pasar 1001 Malam juga menjadi sarana hiburan yang sehat bagi masyarakat Banda Aceh,” ujarnya.
Lokasi pasar yang berada di pusat kota membuat kegiatan ini mudah dijangkau masyarakat. Area eks lahan Hotel Atjeh yang cukup luas dimanfaatkan untuk menampung puluhan pelaku usaha yang menjajakan berbagai produk unggulan mereka.
Penataan stan yang rapi serta dekorasi lampu-lampu malam turut menambah daya tarik bagi para pengunjung.
Tidak hanya menjadi tempat berburu kuliner berbuka puasa, Pasar 1001 Malam juga menghadirkan suasana khas Ramadan yang penuh kebersamaan.
Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan tradisional Aceh maupun kuliner kekinian yang ditawarkan para pedagang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Dengan adanya ruang bagi UMKM untuk berkembang, diharapkan perekonomian masyarakat semakin bergerak dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Masyarakat Banda Aceh pun diajak untuk meramaikan Pasar 1001 Malam selama kegiatan berlangsung.
Dukungan warga dinilai penting agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para pelaku usaha sekaligus memperkuat identitas Banda Aceh sebagai kota yang hidup dengan semangat kebersamaan di bulan Ramadan. (***)
