ACEH BESAR – Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Aceh Besar semakin menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di The Pade Hotel, Selasa (14/4/2026).
Dalam forum tersebut, Apriono, ST, secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Aceh Besar.
Muscab yang dihadiri Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat kabupaten.
Selain Apriono, terdapat sejumlah kandidat lain yang turut bersaing dalam pemilihan Ketua DPC PKB Aceh Besar.
Apriono, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Besar periode 2024–2029, membawa visi menjadikan PKB sebagai partai yang lebih dekat dengan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa pencalonannya didorong oleh keinginan untuk memperkuat peran PKB dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya ingin PKB Aceh Besar menjadi partai yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan memperjuangkannya secara nyata dalam kebijakan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Apriono menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat, memperkokoh struktur partai hingga ke tingkat akar rumput, serta menghadirkan program-program sosial yang sesuai kebutuhan warga.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal partai sebagai kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik dan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
“Struktur partai harus kuat, kader harus solid, dan semua harus bergerak bersama,” tambahnya.
Selain itu, Apriono menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi hal penting dalam kerja-kerja politik modern, baik untuk komunikasi, edukasi politik, maupun penguatan basis dukungan masyarakat.
Dalam program kerja yang diusung, ia menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pemerataan pembangunan infrastruktur di Aceh Besar.
Ia juga mendorong keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam politik serta pembangunan daerah.
“Perempuan dan pemuda harus diberi ruang lebih luas untuk berkontribusi. PKB harus menjadi wadah yang inklusif bagi semua kalangan,” tegasnya.
Apriono menyadari bahwa persaingan dalam Muscab tidak mudah. Karena itu, ia menyiapkan strategi dengan memperkuat basis massa, membangun komunikasi politik yang baik, serta menjaga hubungan harmonis dengan seluruh kader dan simpatisan partai.
Ia juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi partai.
Sebagai penutup, Apriono berharap Muscab PKB Aceh Besar dapat berlangsung demokratis dan melahirkan pemimpin terbaik untuk membawa partai ke arah yang lebih solid dan profesional.
“Jika dipercaya memimpin, saya siap bekerja keras bersama seluruh kader untuk menjadikan PKB Aceh Besar sebagai partai yang solid, profesional, dan benar-benar melayani masyarakat,” pungkasnya.[]
