![]() |
| Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk memperkuat manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gayo Lues, pada Sabtu (4/4/2026). Foto: Dok. BGN |
GAYO LUES – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi (rakor) guna memperkuat manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (4/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan program pemenuhan gizi sekaligus membangun kepercayaan publik.
Rakor dipimpin Koordinator Regional Aceh, Mustafa Kamal, dan dihadiri jajaran SPPG, mulai dari kepala satuan, petugas lapangan operasional (PLO) gizi, hingga tenaga akuntansi.
Dalam arahannya, Mustafa Kamal menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik, khususnya melalui pemanfaatan media sosial, guna mendukung citra positif program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Setiap SPPG harus memiliki akun media sosial yang aktif untuk menyampaikan informasi edukatif dan transparan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan isu negatif dan hoaks yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Menurutnya, klarifikasi harus dilakukan secara sistematis dengan melibatkan relawan serta tim media sosial di masing-masing SPPG.
Selain itu, Mustafa menegaskan bahwa tenaga ahli gizi dan akuntansi merupakan perpanjangan tangan BGN di lapangan yang bekerja berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Karena itu, ia menekankan agar tidak ada intervensi dari pihak manapun, termasuk yayasan, dalam penentuan menu maupun pengelolaan keuangan.
“Penentuan menu dan pengelolaan anggaran harus sesuai standar BGN, tanpa intervensi pihak lain,” tegasnya.
Dalam upaya mendorong dampak ekonomi lokal, BGN juga menginstruksikan pelibatan aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mitra SPPG diminta membuat video testimoni sebagai bentuk promosi manfaat program MBG terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Rakor ini menjadi bagian dari strategi BGN dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan, termasuk penguatan tata kelola dan peningkatan kepercayaan publik.
Ke depan, BGN akan membentuk tim media sosial di setiap SPPG, memperkuat sistem pelaporan internal, serta mengoptimalkan promosi berbasis testimoni mitra lokal.
“Melalui rakor ini, kami berharap pengelolaan program pemenuhan gizi di Gayo Lues semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.[]
