Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., bersama Wakil Bupati Ismail, SE.I., mendampingi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam kunjungan kerja meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah titik, yakni Kampung Lubuk Sidup, Kampung Tanjung Gelumpang, dan Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Sabtu (4/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang secara langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat terdampak di Aceh Tamiang. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi dorongan penting dalam upaya percepatan pemulihan daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Menteri Dalam Negeri yang terus memantau dan mendukung proses pemulihan di Aceh Tamiang,” ujar Bupati.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penanganan bencana menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan menurunnya jumlah pengungsi secara signifikan dibandingkan dengan kondisi awal.
“Seluruh unsur bergerak cepat sesuai arahan Presiden, dan pemerintah akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Tito.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada wilayah dengan dampak terberat, khususnya di Kecamatan Sekerak, mengingat masih terdapat warga yang bertahan di tenda pengungsian.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bantuan uang lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari, bantuan perabotan senilai Rp3 juta, serta bantuan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.
Tito juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan guna memastikan berbagai kendala dapat segera ditangani.
Di Kampung Lubuk Sidup, hunian sementara telah selesai dibangun, namun masih terdapat kendala pada akses listrik dan air bersih.
Sementara di Kampung Sekumur, pembangunan sempat terhambat akibat longsor yang menutup akses jalan.
Terkait pembangunan hunian tetap (huntap), Tito menjelaskan bahwa wilayah Sekumur merupakan kawasan rawan sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tengah mengupayakan pemanfaatan lahan HGU PT Seumadam sebagai lokasi pembangunan.
“Jika lahan sudah siap dan clear, pembangunan huntap akan segera dilaksanakan oleh kementerian terkait. Targetnya sekitar tiga bulan setelah data dan kesiapan lahan terpenuhi,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 185 kepala keluarga di Kampung Lubuk Sidup dan 276 kepala keluarga di Kampung Sekumur.
Bantuan yang diberikan meliputi bantuan tunai, paket sembako, perlengkapan dapur, toren air, serta perlengkapan ibadah.
Kepala Pos Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa penyaluran 1.000 paket dapur merupakan bagian dari program Paket Hidup Dasar untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat terdampak.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun sumur bor di sejumlah titik sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi, khususnya di Kampung Lubuk Sidup dan Kampung Sekumur.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.[]
