ACEH BESAR – Komitmen memperkuat peran politik yang berpihak kepada rakyat kembali ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, Ruslan Daud. Hal itu disampaikan saat pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PKB di Kabupaten Bireuen.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Jumat (10/4/2026) malam, ia menekankan pentingnya kehadiran nyata kader di tengah masyarakat sebagai bentuk pengabdian politik yang sesungguhnya.
Muscab tersebut diikuti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB dari lima daerah, yakni Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi internal partai sekaligus penyatuan langkah menghadapi dinamika politik ke depan.
Dalam sambutannya, Ruslan Daud yang akrab disapa HRD menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, agar kader mengedepankan “politik kehadiran”, yakni turun langsung melayani masyarakat tanpa sekat.
“Politik kehadiran berarti kader harus benar-benar ada di tengah masyarakat. Dampingi petani, buruh, nelayan, tenaga honorer, dan kelompok kecil lainnya. Itulah esensi perjuangan PKB,” ujar HRD.
Ia menegaskan, Muscab juga menjadi ruang penguatan soliditas partai. Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin DPC merupakan kewenangan DPP, sementara DPW hanya memberikan usulan. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi.
“Siapa pun yang akan memimpin, PKB harus tetap solid. Itu kunci kekuatan kita,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP PKB, Mohammad Rano Alfath, yang hadir membawa mandat Ketua Umum DPP PKB. Ia menyebut daerah yang mengikuti Muscab kali ini merupakan wilayah dengan kinerja kader yang baik.
“Saya diutus langsung oleh Gus Muhaimin. Cabang yang saya datangi ini adalah cabang-cabang berprestasi,” ujarnya.
Rano juga menegaskan bahwa PKB memiliki karakter yang tidak terpisahkan dari peran ulama. Menurutnya, nilai keulamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga arah perjuangan partai di tengah tantangan politik yang semakin kompleks.
“PKB harus tetap berpijak pada kepemimpinan ulama. Politik kita harus dilandasi nilai keimanan agar tetap berada di jalur yang benar,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB agar kader mampu meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan penguatan kompetensi, sehingga dapat berkontribusi lebih luas di masyarakat.
“Masa depan PKB ditentukan oleh kualitas kadernya. Pendidikan dan pengembangan diri harus menjadi prioritas,” tegas Rano.
Muscab serentak ini menjadi bagian dari upaya pembenahan internal PKB serta penguatan kaderisasi.
Dengan mengusung nilai keulamaan dan kebangsaan, PKB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat peran politik yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Kegiatan ditutup dengan semangat baru dari para kader untuk terus bergerak, hadir, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.[]
